
KEDUTAAN Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok mengeluarkan imbauan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Thailand (Tailan) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir. WNI diminta memantau prakiraan cuaca dan kondisi jalan secara berkala guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem di negara tersebut.
Berdasarkan unggahan resmi KBRI Bangkok pada Jumat (2/10), Departemen Meteorologi Tailan (TMD) memprediksi kondisi cuaca yang tidak menentu. Wilayah Tailan diperkirakan akan mengalami petir, angin kencang, hingga hujan lebat dalam periode 4 hingga 7 Oktober 2026.
Langkah Antisipasi dan Kontak Darurat
Menyikapi peringatan tersebut, KBRI mengimbau warga Indonesia untuk melakukan langkah-langkah keselamatan berikut:
- Menghindari area yang tergenang banjir.
- Menghindari berada di area terbuka saat terjadi cuaca buruk.
- Menyiapkan perlengkapan darurat secara mandiri.
Bagi WNI yang menghadapi situasi darurat, KBRI Bangkok telah menyediakan layanan hotline di nomor +66 92 903 1103 dan +66 96 192 3237. Selain itu, KBRI juga menyertakan daftar kontak darurat nasional Tailan dan otoritas lokal di Ibu Kota Bangkok bagi warga yang terdampak.
Pada 28 September lalu, KBRI mencatat satu orang WNI sempat terdampak banjir dan terjebak di sebuah hotel akibat akses jalan yang terendam. Pihak KBRI memastikan WNI tersebut dalam kondisi aman setelah berhasil menjalin komunikasi.
Kondisi Terkini Banjir Tailan
Hingga Kamis (1/10), bencana banjir yang melanda Tailan sejak pertengahan September telah mengakibatkan 24 orang meninggal dunia. Saat ini, banjir masih merendam wilayah Bangkok dan 29 provinsi lainnya, berdampak pada lebih dari 1,12 juta rumah tangga atau sekitar 3,19 juta jiwa.
Data satelit dari Badan Pengembangan Geoinformatika dan Teknologi Antariksa Thailan menunjukkan sekitar 273.600 hektare (1,71 juta rai) lahan masih terendam air. Meski demikian, juru bicara pemerintah Ekkapob Pianpises menyatakan bahwa hujan mulai mereda di sebagian besar wilayah, kecuali Tailan bagian selatan bawah. Pemerintah setempat menegaskan bahwa kondisi air secara keseluruhan saat ini masih terkendali tanpa adanya ancaman krisis banjir baru. (Ant/H-3)
