
VALVE secara resmi mengumumkan perangkat keras terbaru mereka, Steam Machine dan Steam Frame, dijadwalkan meluncur pada musim panas 2026. Meskipun jendela rilis telah dipersempit, Valve masih menutup rapat informasi mengenai tanggal peluncuran spesifik maupun harga resmi dari kedua perangkat tersebut.
Ketika Valve pertama kali mengumumkan Steam Machine, Steam Frame, dan Steam Controller pada November 2025, perusahaan awalnya menargetkan pengiriman pada awal tahun 2026. Namun, krisis memori dan penyimpanan global yang terus berlanjut memaksa Valve untuk meninjau kembali rencana harga dan pengiriman mereka pada bulan Februari.
Setelah sempat memberikan kepastian yang samar pada bulan Maret, Valve akhirnya memilih untuk merilis Steam Controller terlebih dahulu pada 4 Mei seharga US$99 (Rp1,78 Juta). Pengumuman terbaru mengenai peluncuran di “musim panas” ini setidaknya memberikan titik terang bagi para penggemar yang telah lama berspekulasi.
Langkah Valve untuk mengungkap program Verified ini bertujuan agar para pengembang dapat mempersiapkan game mereka sebelum perangkat resmi diluncurkan. Sama seperti pada Steam Deck, lencana Verified akan menandakan sebuah game dapat berjalan dengan baik langsung dari kotaknya tanpa memerlukan penyesuaian dari pengguna.
Untuk Steam Machine, persyaratannya hampir identik dengan Steam Deck. Namun, karena Steam Machine dikabarkan memiliki kekuatan sekitar enam kali lipat dari Steam Deck, secara teori akan ada jauh lebih banyak game yang lolos verifikasi.
Valve bahkan menyatakan mereka sedang menguji kembali setiap judul game di Steam Machine yang sebelumnya gagal memenuhi persyaratan kinerja di Steam Deck.
Sementara itu, untuk headset VR Steam Frame, program verifikasi akan difokuskan pada performa game yang berjalan secara mandiri (standalone). Bukan game yang dialirkan (streaming) ke headset, meskipun perangkat tersebut mampu melakukan keduanya.
Terkait hal ini, Valve menjelaskan program Steam Frame Standalone Verified sengaja dirancang untuk memastikan pengalaman terbaik bagi pengguna ketika mengoperasikan perangkat secara mandiri langsung setelah membuka kemasan. Untuk mencapai standar tersebut, Valve menetapkan sejumlah persyaratan ketat yang harus dipenuhi oleh para pengembang game.
Kriteria tersebut mencakup konfigurasi grafis bawaan yang wajib berkinerja optimal, serta teks dan elemen antarmuka pengguna yang harus terlihat jelas dan mudah terbaca pada layar bawaan perangkat. Selain itu, konfigurasi awal pengontrol juga diwajibkan mampu berjalan secara sinkron dan responsif dengan Steam Frame Controllers.
Di sisi lain, bayang-bayang harga tinggi kini menghantui calon pembeli akibat kelangkaan memori global yang melonjak sepanjang tahun 2026. Krisis ini telah mendorong kenaikan harga konsol game dan PC secara drastis tanpa ada akhir yang jelas.
Xbox, Sony, dan Valve sendiri telah menaikkan harga lini perangkat keras mereka yang sudah ada hingga ratusan dolar tahun ini, di mana Valve menaikkan harga Steam Deck hingga sebesar US$300 (Rp5,4 Juta), dan Nintendo berencana mengikuti langkah tersebut untuk Switch 2. (Engadget/The Verge/Z-2)
