Budaya Mahar Sinamot Batak Dikenalkan lewat Lagu
Batara(MI/NIKE AMELIA SARI)

Indonesia memiliki beragam budaya dan suku, salah satunya ialah Batak. Mengenal suatu budaya dan suku tidak hanya bisa diketahui melalui buku, namun juga bisa dikenal dengan beragam media lainnya, di antaranya ialah musik. 

Band Batara menghadirkan warna musik pop batak modern dengan sentuhan hip dut dengan single perdana berjudul “Horas Ma Ito”. Horas Ma Ito mengangkat cerita, isu dan keresahan sebagian anak muda Batak yaitu persoalan sinamot (mahar) dalam rencana pernikahan. 

Namun, alih-alih membawanya sebagai persoalan yang berat, Batara memilih mengemasnya lewat cerita yang ringan, jenaka, dan penuh humor. 

Lirik lagu ini bercerita tentang seorang laki-laki yang jatuh hati kepada perempuan yang dianggap ideal. Mulai dari sosok yang disukai keluarga hingga profesi yang menjadi kebanggaan. Namun, harapannya berubah ketika ia mengetahui nominal sinamot yang harus dipersiapkan.

“Oh my God, dua ratus juta sinamot mu.”

Bahkan ketika menemukan pilihan lain dengan nominal yang lebih tinggi, reaksinya tetap sama. “Aduh ito hasian, tak sanggup aku. Mahal kali lah sinamotmu.” Hal tersebut yang membuat lagu Horas Ma Ito menjadi menarik. 

Batara tidak sedang mengajak pendengar untuk memusuhi adat atau mempertentangkan tradisi dengan generasi muda. Lagu ini justru mengambil sebuah realitas yang sering menjadi isu ditengah kehidupan anak muda Batak, lalu mengubahnya menjadi sesuatu yang ringan dan mudah dinikmati.

Secara musikalitas, Horas Ma Ito memadukan karakter Pop Batak modern dengan Hip Dut, menghasilkan lagu yang enerjik, catchy, dan mudah dinyanyikan bersama. Perpaduan itu menjadi bagian dari upaya Batara membawa cerita dan karakter Batak ke dalam bentuk musik yang dekat dengan pendengar masa kini khususnya para Gen-Z.

Meski berangkat dari cerita tentang sinamot, Horas Ma Ito memiliki tema yang lebih luas yaitu tentang cinta, harapan, keluarga, kemampuan ekonomi, dan realitas ketika seseorang ingin membawa hubungan ke jenjang yang lebih serius.

Robinson Tampubolon, Eksekutif Produser Batara menyampaikan bahwa dirinya menyukai lagu-lagu Batak dan sering memutar lagu tersebut. Ia memiliki keinginan untuk mengenalkan budaya Batak dan memajukan lagu-lagu Batak.

“Karena kecintaan saya dan saya yakin dengan anak-anak ini yang pemain band, vokalis yang saya yakin mereka bisa memajukan lagu-lagu Batak,” ujar Robinson, saat konferensi pers, Kamis (19/8), di Jakarta Selatan. 

“Yang unik di lagu ini pencampuran bahasa Batak, Indonesia, dan Inggris. Saya ngomong ke kawan-kawan ini, cari lagu yang sedikit aja tapi gampang diingat, simple, enak didengar, dan bikin bergoyang. Itu prinsipnya. Dan menyampaikan ke masyarakatnya pasti cepat,” lanjutnya 

Batara yang terdiri dari Zul dan Beatrick pada vokal, dan Ando pada keyboard memperkenalkan Horas Ma Ito kepada publik pada 4 September 2026 melalui berbagai platform musik digital.(H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *