
Tim peneliti dari University of Washington (UW) berhasil mengungkap mekanisme pertahanan unik tanaman kacang biasa (common bean) yang mampu memanggil “pasukan” tawon predator untuk melindungi diri dari serangan ulat. Melalui penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances, ilmuwan mengidentifikasi protein penerima bernama inceptin receptor (INR) sebagai kunci utama sistem alarm alami ini.
Mekanisme ini bekerja saat ulat mengonsumsi daun kacang. Proses pencernaan ulat memotong protein tanaman menjadi fragmen kimia yang disebut inceptin. Fragmen ini kemudian bercampur dengan air liur ulat dan tertinggal di daun. Protein INR pada tanaman mengenali jejak kimia tersebut sebagai sinyal serangan, yang kemudian memicu pelepasan gas kimia ke udara.
Gas kimia yang dilepaskan mengandung senyawa homoterpenes, yang berfungsi sebagai navigasi bagi tawon predator dari spesies Polybia sp. dan Mischocyttarus sp. Tawon-tawon ini akan datang memburu ulat yang sedang memakan tanaman tersebut, sehingga menciptakan sistem pengendalian hama hayati yang efektif.
Hasil Uji Lapangan:
- Tanaman dengan gen INR rusak mengalami penurunan kedatangan tawon predator hingga 40%.
- Pertumbuhan ulat pada tanaman tanpa INR melonjak hingga 72,7% lebih tinggi.
- Tanaman dengan INR normal mampu mengaktifkan gen pertahanan hanya dalam waktu satu jam setelah terpapar serangan.
Uji lapangan yang dilakukan di Oaxaca, Meksiko, menunjukkan bahwa tanaman dengan protein INR normal jauh lebih tangguh dibandingkan tanaman mutan yang gen INR-nya rusak. Tanaman yang gagal melepas sinyal kimia terbukti tidak mampu mengaktifkan sistem imun internal maupun eksternal, sehingga lebih rentan hancur oleh hama ulat grayak.
Temuan ini memberikan harapan baru bagi sektor pertanian berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia. Pemanfaatan sistem pertahanan alami ini, terutama melalui metode tumpang sari tradisional seperti menanam kacang bersama jagung dan labu, diharapkan dapat melindungi ekosistem pertanian secara lebih ramah lingkungan. (Z-10)
