Kebakaran Pasar Jiung Jadi Pengingat Rentannya Kawasan Padat Penduduk dan Aktivitas Pasar Rakyat
Ilustrasi(ANTARA)

KETUA Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) DKI Jakarta, Miftahudin, menilai kebakaran di kawasan Pasar Jiung, Kemayoran, pada Senin (1/6) malam menjadi pengingat bahwa kawasan padat penduduk yang bercampur dengan aktivitas pasar rakyat memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana kebakaran.

Menurutnya, Pasar Jiung bukan hanya titik aktivitas perdagangan biasa, melainkan kawasan yang tumbuh secara organik dengan perpaduan permukiman warga, kios burung, lapak semi permanen, hingga aktivitas pasar malam yang hidup hampir setiap hari.

“Karakter kawasan seperti ini memang memiliki risiko tinggi. Karena ada kepadatan hunian, aktivitas ekonomi rakyat, instalasi listrik yang berlapis, dan bangunan semi permanen yang berdempetan,” kata Miftahudin, Selasa (2/6).

Meski demikian, IKAPPI DKI mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, petugas pemadam kebakaran, aparat keamanan, hingga unsur terkait dalam melakukan penanganan di lapangan.

Menurut Miftahudin, respons cepat tersebut penting untuk mencegah api meluas lebih besar di kawasan dengan tingkat kepadatan tinggi seperti Pasar Jiung.

“Situasi di sana berbeda dengan pasar permanen biasa. Ini kawasan hidup dengan aktivitas rakyat yang sangat padat, sehingga penanganannya juga harus cepat dan terukur,” ujarnya.

IKAPPI DKI juga meminta pemerintah tidak hanya fokus pada proses pemadaman, tetapi memastikan pemulihan bagi masyarakat dan pedagang kecil yang terdampak dapat berjalan maksimal.

“Banyak warga menggantungkan hidup dari aktivitas kios, lapak malam, hingga perdagangan kecil di kawasan itu. Karena itu proses pemulihan ekonomi masyarakat harus menjadi prioritas setelah penanganan darurat selesai,” tandasnya. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *