Kampus ini Perkuat UMKM Melalui Pelatihan AccounTax dan Desain Kemasan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

KETERBATASAN pencatatan keuangan dan desain kemasan yang belum menarik masih menjadi tantangan bagi UMKM. Termasuk pada UMKM pangan binaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi.

Di tengah persaingan usaha yang semakin kompetitif, pelaku UMKM membutuhkan keterampilan dalam mengelola keuangan, menghitung pajak, serta membuat kemasan produk yang lebih informatif dan berdaya saing.

Menanggapi permasalahan tersebut, Universitas Trilogi menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat bertema “Penguatan UMKM Pangan Binaan UP2K Jatibening melalui Transformasi Digital Keuangan dan Perbaikan Desain Kemasan Produk”. Kegiatan ini diselenggarakan secara kolaboratif  antara dosen dan mahasiswa Universitas Trilogi.

Dalam keterangannya hari ini,Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Rizka Ramayanti, Ph.D., mengutarakan kegiatan ini dirancang untuk menjawab dua persoalan utama mitra, yaitu pencatatan keuangan yang belum konsisten dan kemasan produk yang belum optimal sebagai media pemasaran.

“Program ini berfokus pada transformasi digital keuangan melalui aplikasi AccounTax dan peningkatan daya saing produk melalui perbaikan desain kemasan. Keduanya diharapkan membantu UMKM mengelola usaha secara lebih profesional dan menghadirkan produk yang lebih menarik,” ungkap Rizka.

Ia menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Kemendiktisaintek)  melalui Program Hibah BIMA skema Pengabdian kepada Masyarakat tahun pendanaan 2026.

Kegiatan ini melibatkan 10 UMKM pangan rumahan binaan UP2K Jatibening. Kegiatan terdiri atas dua modul utama. Modul pertama membahas transformasi digital keuangan UMKM yang difasilitasi oleh Rizka Ramayanti, Ph.D. dan Dr. Nurul Aisyah Rachmawati. Dalam modul ini, peserta dilatih mencatat transaksi usaha, menyusun laporan keuangan, menghitung Pajak Penghasilan UMKM, serta menggunakan aplikasi AccounTax.

“Banyak UMKM memiliki produk yang baik, tetapi belum memiliki pencatatan keuangan yang rapi. Dengan AccounTax, pelaku UMKM diharapkan dapat mencatat transaksi usaha secara lebih disiplin dan menghasilkan laporan keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis,” jelas Nurul Aisyah Rachmawati.

Sementara itu, modul kedua membahas perbaikan desain kemasan produk yang difasilitasi  Erneza Dewi Krishnasari, M.Ds. Peserta dibimbing memahami pentingnya desain kemasan sebagai strategi pemasaran, mulai dari pemilihan warna, elemen desain, tata letak, jenis huruf, identitas merek, hingga informasi produk yang perlu dicantumkan pada kemasan.

“Dalam modul ini, peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi Canva sebagai alat desain sederhana yang mudah dipelajari. Melalui Canva, pelaku UMKM dapat membuat label dan desain kemasan yang lebih menarik sesuai karakter produk masing-masing. Karena, daya tarik produk, memperkuat identitas merek, dan membangun kepercayaan konsumen. Kemasan bukan sekadar pembungkus, tetapi bagian dari strategi pemasaran,” ujar Erneza.

Selama kegiatan, peserta tidak hanya memperoleh teori, juga melakukan praktik langsung. Peserta dilatih menggunakan AccounTax untuk pencatatan keuangan dan Canva untuk membuat desain kemasan. Mahasiswa turut terlibat dalam pendampingan praktik, pengisian kuesioner, serta membantu peserta menerapkan materi pelatihan.

Dengan adanya program ini, UMKM binaan UP2K Jatibening diharapkan mampu menyusun laporan keuangan secara lebih tertib, menghitung kewajiban pajak dengan lebih mudah, serta menghadirkan produk dengan kemasan yang lebih menarik dan informatif. 

Rizka Ramayanti menukas Universitas Trilogi berkomitmen untuk terus melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata bagi UMKM, khususnya dalam mendukung transformasi digital, peningkatan literasi keuangan, penguatan pemasaran produk, dan pemberdayaan ekonomi lokal. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *