135 Ribu Jemaah RI Salurkan Dam Lewat Adahi, Diprioritaskan untuk Palestina
Jemaah haji Indonesia menyalurkan dam mereka melalui program resmi Adahi(Dok. mch 2026)

 

PELAKSANAAN pembayaran dam jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M mencatat capaian positif. Hampir 135 ribu jemaah Indonesia menyalurkan dam mereka melalui program resmi Adahi yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.

Selain menjamin pengelolaan yang aman dan akuntabel, daging hasil penyembelihan hewan dam tahun ini diprioritaskan untuk membantu warga Palestina yang tengah mengalami krisis kemanusiaan.

Hal itu disampaikan Koordinator Bidang Bimbingan Ibadah dan Dam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, M. Afief Mundzir, saat meninjau langsung fasilitas pemotongan hewan dam Adahi di Mekah, Senin (1/6).

Menurut Afief, proses penyembelihan hewan dam yang dimulai sejak Hari Tarwiyah berlangsung lancar. Hal ini menjadi bukti tata kelola layanan haji yang kini berada di bawah naungan Kementerian Haji dan Umrah mampu memberikan kemudahan bagi jemaah.

“Alhamdulillah, tahun ini jemaah haji kita bisa menyalurkan dam melalui saluran resmi yang ditetapkan otoritas Kerajaan Arab Saudi. Jumlahnya sangat besar dan ini menjadi pembuktian bahwa layanan haji dapat dikelola dengan baik, aman, nyaman, dan akuntabel,” ujar Afief.

Berdasarkan data PPIH, jumlah jemaah Indonesia yang menunaikan dam melalui Adahi mencapai sekitar 135 ribu orang. Angka yang signifikan ini menunjukkan tingginya kepercayaan jemaah terhadap mekanisme resmi yang disediakan oleh otoritas Arab Saudi.

Afief, yang juga menjabat sebagai Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI ini, menegaskan bahwa penggunaan jalur resmi memberikan kepastian syariat. Selain itu, distribusi daging hasil sembelihan juga dipastikan berlangsung secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia berharap tata kelola dam pada musim haji mendatang terus ditingkatkan agar aspek transparansi serta akuntabilitasnya tetap terjaga.

Lebih lanjut, Afief mengungkapkan bahwa daging hasil penyembelihan hewan dam jemaah Indonesia tahun ini akan diprioritaskan untuk masyarakat Palestina. Kebijakan tersebut merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan sekaligus tindak lanjut dari arahan Menteri Haji dan Umrah serta Wakil Menteri Haji dan Umrah RI.

“Sebagaimana tahun lalu, Adahi telah menyalurkan bantuan ke Palestina. Tahun ini, arahan dari Pak Menteri dan Pak Wamen sangat jelas, agar daging dam dari jemaah Indonesia dapat diprioritaskan untuk saudara-saudara kita di Palestina,” katanya.

Komitmen tersebut, lanjut Afief, telah disampaikan langsung oleh pihak pengelola Adahi kepada rombongan media dan petugas haji Indonesia saat melakukan peninjauan ke lokasi pemotongan beberapa waktu lalu.

“Ini menjadi nilai tambah bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi jemaah haji Indonesia, karena ibadah yang mereka tunaikan juga membawa manfaat bagi saudara-saudara yang membutuhkan,” pungkas Afief.

Dengan partisipasi yang menembus angka 135 ribu jemaah, Indonesia kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kontributor terbesar dalam program dam resmi Adahi pada musim haji 2026.

Sementara itu, sebanyak 53.506 jemaah memilih membayar dam di Indonesia, 6.453 jemaah memilih menggantinya dengan berpuasa. Sementara 4.084 jemaah tercatat sebagai jemaah haji ifrad sehingga tidak wajib membayar dam. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *