Sering Mengalami Brain Freeze Saat Makan Es Krim? Waspada Hubungannya dengan Migrain!
Ilustrasi(MI/AI)

PERNAHKAH Anda merasakan sakit kepala menusuk yang tiba-tiba muncul saat sedang asyik menikmati es krim di hari yang panas? Sensasi membeku di kepala ini populer disebut sebagai brain freeze. Menurut para ilmuwan, kondisi ini dikenal secara medis sebagai sakit kepala akibat rangsangan dingin (cold-stimulus headache).

“Sakit kepala es krim ini sangat, sangat umum terjadi. Ini tidak berbahaya, datang lalu pergi,” kata Amaal Starling, seorang ahli saraf di Mayo Clinic, Minnesota, Amerika Serikat.

Brain freeze terjadi karena pendinginan yang cepat di langit-langit mulut atau bagian belakang tenggorokan. Kondisi ini membuat pembuluh darah menyusut dengan sangat cepat, sebelum akhirnya dipaksa membengkak kembali untuk memulihkan aliran darah. Serabut saraf nyeri di dinding pembuluh darah ini terhubung ke saraf trigeminal, yaitu saraf yang memproses sinyal nyeri di dahi dan wajah. Itulah mengapa sensasi nyeri justru terasa di dahi, bukan di dalam mulut.

Sebuah penelitian global yang merangkum data selama empat dekade oleh Irene Toldo, Profesor Neurologi Anak dari Universitas Padua, Italia, mengungkap temuan menarik. Brain freeze ternyata cenderung bersifat turun-temurun dalam keluarga. Selain faktor genetik, sensitivitas seseorang terhadap brain freeze sangat dipengaruhi oleh riwayat sakit kepala atau serangan migrain mereka.

“Orang dengan migrain biasanya mengalami intensitas yang lebih tinggi pada jenis sakit kepala ini,” ungkap Toldo.

Sebuah studi kecil bahkan menunjukkan 93% penderita migrain juga kerap mengalami brain freeze dengan tingkat ketidaknyamanan sedang hingga parah. Sebaliknya, kondisi ini hanya dialami oleh sepertiga orang yang bukan penderita migrain.

Karena keterkaitannya yang erat dengan saraf trigeminal, para ilmuwan sejak tahun 1960-an kerap memanfaatkan efek brain freeze buatan di laboratorium untuk mempelajari mekanisme migrain. Respons instan dari stimulasi dingin ini membantu peneliti memahami perubahan aliran darah dan kompleks saraf tanpa harus menunggu pasien mengalami serangan migrain alami yang sulit diprediksi.

Bagi Anda yang sering mengalami brain freeze parah, Starling menyarankan untuk mengevaluasi kembali riwayat sakit kepala Anda. Pasalnya, banyak orang menganggap migrain sebagai hal normal sehingga enggan memeriksakannya ke dokter.

Untuk mencegah brain freeze, kuncinya adalah memperlambat tempo saat mengonsumsi makanan atau minuman dingin demi memberikan waktu bagi langit-langit mulut untuk beradaptasi. Namun, jika sensasi beku itu sudah telanjur menyerang, ada trik cepat untuk meredakannya.

“Gunakan bagian bawah lidah Anda untuk menghangatkan kembali langit-langit mulut,” saran Starling. Jika lidah Anda juga terasa dingin, Anda bisa menggunakan ibu jari atau meminum air hangat sebagai alternatif. (BBC/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *