
DURNAMEN bulu tangkis paling prestisius di Tanah Air, Polytron Indonesia Open 2026, siap bergulir di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 2-7 Juni. PP PBSI menekankan Indonesia Open 2026 menjadi bagian menjaga keseimbangan antara kualitas penyelenggaraan dan pembinaan prestasi menuju target jangka panjang, termasuk Asian Games dan Olimpiade Los Angeles 2028.
Ketua Umum PP PBSI M Fadil Imran menegaskan keberhasilan sebuah turnamen tidak cukup hanya diukur dari sisi penyelenggaraan. Menurutnya, kemajuan prestasi atlet nasional harus berjalan beriringan dengan kualitas event yang digelar.
Terlebih, Indonesia sudah cukup lama puasa gelar di kandang. Terakhir kali wakil Merah Putih memenangi turnamen Super 1000 itu terjadi pada 2021 ketika Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo juara dari sektor ganda putra.
“Kami tentu berharap semua atlet Indonesia bisa memberikan penampilan terbaik. Namun, PBSI tidak ingin membebani dengan terget berlebihan. Yang kami harapkan, mereka bisa tampil maksimal, berjuang sampai poin terakhir, dan menunjukkan karakter juara Indonesia,” kata Fadil dalam jumpa pers jelang turnamen di Fairmont Jakarta, Senin (1/6).
Indonesia Open menjadi panggung bagi atlet Indonesia untuk menunjukkan kemampuan terbaik, panggung bagi sponsor dan mitra untuk berkontribusi bagi kemajuan olahraga, serta panggung bagi masyarakat untuk menikmati bulu tangkis kelas dunia.
Ajang BWF World Tour Super 1000 itu akan diramaikan 248 atlet dari 22 negara yang memperebutkan total hadiah US$1,45 juta atau sekitar Rp25 miliar.
Fadil menekankan peningkatan kualitas penyelenggaraan tidak boleh menggeser fokus terhadap pembinaan atlet dan prestasi. Dia menegaskan event kelas dunia dan pencapaian prestasi merupakan dua aspek yang saling menguatkan.
“Event excellence dan performance excellence bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya harus saling menguatkan. Kita ingin menghadirkan turnamen kelas dunia tetapi pada saat yang sama kita juga terus bekerja membangun generasi juara,” tambahnya.
Menurut Fadil, sejumlah hasil positif yang diraih atlet Indonesia dalam beberapa pekan terakhir menjadi sinyal proses regenerasi terus bergerak ke arah yang positif. Dia mencontohkan penampilan Alwi Farhan serta pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang tampil apik di Singapore Open pekan lalu. Alwi menembus semifinal di Singapura sedangkan Fajar/Fikri menjadi runner up.
“Kita mengapresiasi penampilan Alwi Farhan yang terus menunjukkan keberanian dan kualitas saat menghadapi pemain-pemain terbaik dunia. Juga mengapresiasi penampilan Fajar/Fikri yang tampil sangat baik dan memberikan kebanggaan bagi Indonesia,” ujarnya.
“Yang lebih penting adalah kita melihat proses regenerasi terus berjalan. PBSI akan terus mendukung para atlet muda untuk terus tumbuh, berkembang, dan mendapatkan kesempatan bersaing di level tertinggi. Karena fokus kami bukan hanya hari ini tetapi membangun fondasi menuju Asian Games, kejuaraan dunia, dan Olimpiade 2028,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat menilai Indonesia Open selalu menghadirkan tantangan berbeda bagi pemain Indonesia. Bermain di Istora, kata dia, bukan hanya soal kualitas teknik tetapi juga kemampuan mengelola tekanan dari ekspektasi publik sendiri.
Legenda bulu tangkis Indonesia itu juga mengingatkan bahwa peta persaingan dunia kini semakin merata sehingga setiap atlet dituntut terus berkembang. Taufik berharap para pemain muda Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan tampil di kandang sendiri untuk menambah pengalaman menghadapi para pemain elite dunia.
“Indonesia Open selalu menjadi turnamen yang spesial. Bermain di Istora bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga soal keberanian, mental, dan kesiapan menghadapi tekanan di depan publik sendiri. Itu yang membuat turnamen ini berbeda,” ujar Taufik.
“Persaingan sekarang semakin ketat dan merata. Karena itu fokus kami bukan hanya hasil jangka pendek, tetapi bagaimana memastikan atlet-atlet Indonesia terus berkembang dan mendapatkan pengalaman bersaing di level tertinggi,” katanya.
Indonesia Open 2026 dipastikan menghadirkan sederet pemain top dunia seperti An Se-young, Shi Yuqi, Chen Yufei, Anders Antonsen, Christo Popov, Ratchanok Intanon, Kunlavut Vitidsarn, dan Wang Chang.
Dari kubu tuan rumah, Indonesia menurunkan sejumlah andalan seperti Jonatan Christie, Putri Kusuma Wardani, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Amallia Cahya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, hingga para pemain muda potensial seperti Alwi Farhan, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, serta Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. (Dhk/P-3)
