Bahaya Hipoglikemia: Gejala Gula Darah Rendah dan Cara Mengatasinya
Gejala Hipoglikemia dan bahayanya.(Dok. Magnific)

HIPOGLIKEMIA atau kondisi kadar gula darah rendah merupakan ancaman kesehatan serius yang dapat terjadi secara mendadak dan berpotensi fatal jika tidak segera ditangani. Meski sering diidentikkan dengan penderita diabetes, kondisi ini nyatanya dapat menyerang siapa saja, mulai dari bayi hingga orang dewasa tanpa riwayat medis tertentu.

Berdasarkan data medis, seseorang dikategorikan mengalami hipoglikemia apabila kadar glukosa dalam darah berada di bawah 70 mg/dL. Mengingat glukosa adalah sumber energi utama bagi otak, penurunan drastis pada kadarnya dapat mengganggu fungsi organ vital dan memicu keadaan darurat medis.

Gejala yang Wajib Diwaspadai

Hipoglikemia sering kali menunjukkan gejala awal yang muncul tiba-tiba. Beberapa tanda umum yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Rasa lapar berlebihan dan tubuh gemetar.
  • Keringat dingin dan jantung berdebar.
  • Lemas, sulit berkonsentrasi, hingga perubahan suasana hati (gelisah atau mudah marah).

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memburuk menjadi hipoglikemia berat yang ditandai dengan kebingungan, kejang, kehilangan kesadaran, hingga koma.

Penyebab pada Non-Diabetes dan Anak

Pada penderita diabetes, pemicu utamanya biasanya adalah penggunaan insulin berlebih atau terlambat makan. Namun, pada individu non-diabetes, hipoglikemia dapat dipicu oleh puasa berkepanjangan, diet ekstrem, olahraga berat tanpa asupan energi, hingga gangguan fungsi hati dan ginjal.

Kondisi ini juga sangat rawan bagi bayi baru lahir, terutama yang lahir prematur atau dari ibu dengan diabetes gestasional. Pada bayi, gejalanya sering kali tidak khas, seperti rewel, sulit menyusu, atau kejang tanpa demam.

Pertolongan Pertama: Aturan 15-15

Untuk menangani hipoglikemia ringan hingga sedang, para ahli menyarankan metode 15-15:

  1. Konsumsi 15 gram karbohidrat cepat serap (contoh: 4 sendok teh gula dilarutkan air atau 120 ml jus jeruk).
  2. Tunggu selama 15 menit.
  3. Periksa kembali kadar gula darah atau kondisi tubuh.
  4. Ulangi langkah jika gejala belum membaik.

Catatan: Hindari cokelat atau susu sebagai pertolongan pertama karena lemak di dalamnya memperlambat penyerapan gula.

Penanganan Darurat

Apabila penderita sudah tidak sadarkan diri atau mengalami kejang, jangan memaksa memberi makan atau minum secara oral. Segera bawa pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif guna mencegah kerusakan permanen pada otak. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *