BMKG: Cuaca Ekstrem Ancam 9 Daerah di Jawa Tengah Hingga Kamis Pagi
Cuaca hujan dan kabut tebal menyelimuti Japan menuju kawasan dataran tinggi Dieng di Wonosobo Rabu (27/5) sore.(MI/Akhmad Safuan)

CUACA ekstrem berpotensi di 9 daerah di Jawa Tengah hingga Kamis (28/5) pagi, gelombang tinggi dan rob masih berlangsung di perairan diminta warga waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir dan angin puting beliung.

Pada malam Rabu (27/5) hingga dini hari Kamis (28/5) umumnya berawan, hujan ringan sedang berpeluang mengguyur tidak merata di Jawa Tengah, bahkan cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 9 daerah terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi.

Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter masih berlangsung di perairan selatan dan 1-1,25: meter di perairan utara, air laut pasang berlangsung sejak pukul 14.00-17.00 WIB mengakibatkan banjir masih merendam di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Demak, Jepara dan Pati.

“Waspadai bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem di 9 daerah di Jawa Tengah terutama pada malam hingga dini hari,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Agus Triyono Rabu (27/5) malam.

Daerah berpotensi cuaca ekstrem pada Rabu (27/5) malam hingga Kamis (28/5) pagi, ungkap Agus Triyono, yakni Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Boyolali, Karanganyar, Temanggung, Kajen, Pekalongan dan Tegal, sedangkan daerah lainnya di Jawa Tengah berpeluang diguyur hujan ringan-sedang.

Menurut Agus Triyono angin bertiup dari arah timur laut ke barat daya dengan kecepatan 3-20 kilometer per jam, suhu udara berkisar 14-30 derajat celsius dan kelembaban udara berkisar 75-95 persen, sehingga warga berada di lereng perbukitan dan di daerah aliran sungai (DAS) diminta waspada bencana hidrometeorologi.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Wahyu Sri Mulyani mengatakan gelombang tinggi yang masih berlangsung di perairan selatan Jawa Tengah berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang maupun angkutan barang dan orang, terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot.

Sedangkan air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah, lanjut Wahyu Sri Mulyani, mengakibatkan banjir merendam sejumlah daerah di Pantura hingga Kamis (27/5) malam cukup mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan dan budidaya perikanan darat serta petani garam. (AS)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *