Sengatan Suhu 45 Derajat tidak Surutkan Kekhusyukan Wukuf Jemaah Haji asal Brebes di Arafah
Jemaah haji asal Brebes di dalam tenda saat wukuf di Padang Arofah.(Dok PHD Brebes)

JEMAAH haji asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) SOC 06 saat ini menjalani inti dari ibadah haji, yakni wukuf di Padang Arafah pada Selasa (26/5). Meski cuaca ekstrem menyengat hingga menyentuh angka 45°C, para jemaah dilaporkan tetap melaksanakan ibadah dengan penuh kesabaran, ketenangan, dan kekhusyukan.

Berdasarkan laporan langsung Tim Petugas Haji Daerah (TPHD) Kabupaten Brebes di Makkah, Azmi Asmuni Majid, total jemaah dalam Kloter SOC 06 berjumlah 358 orang. Secara umum, kondisi kesehatan jemaah berada dalam keadaan prima dan diselimuti rasa bahagia yang mendalam.

“Alhamdulillah, sebagian besar jemaah dalam kondisi sehat walafiat dan diliputi rasa bahagia. Walaupun cuaca di luar ruangan sangat terik mencapai 45 derajat Celsius, jemaah tetap sabar, tenang, dan begitu khusyuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan wukuf,” ujar Azmi Asmuni dalam keterangan resminya kepada Media Indonesia dari Makkah Arab Saudi, Selasa (26/5).

Meski mayoritas jemaah dalam kondisi fit, sejumlah jemaah ada yang membutuhkan perhatian medis khusus. Tercatat, sebanyak dua jemaah harus mengikuti program Safari Wukuf karena keterbatasan fisik, sementara 1 jemaah lainnya saat ini sedang menjalani observasi intensif di Pos Kesehatan Arafah.

Momentum Mustajab dan Pengingat Hakikat Haji

Di sisi lain, Pembimbing Ibadah (Bimbad) Jemaah Haji Brebes Kloter 09, M. Amrun Aziz, terus mengingatkan seluruh jemaah akan agungnya momentum wukuf di Arafah. Amrun Aziz mengutip hadis Rasulullah yang menegaskan betapa krusialnya prosesi ini.

Amrun menekankan bahwa waktu yang sedang dihadapi oleh para jemaah bukanlah waktu biasa, melainkan momen emas yang dipenuhi dengan ampunan, rahmat, dan pengabulan doa dari Allah SWT.

“Mari kita hadirkan hati yang benar-benar khusyuk, memperbanyak istighfar, dzikir, talbiyah, serta memanjatkan doa-doa terbaik. Tinggalkan sejenak urusan dunia, karena inilah saat di mana Allah membuka pintu ampunan-Nya seluas-luasnya bagi hamba-hamba-Nya,” ucap Amrun menyemangati jemaah di dalam tenda.

Menjelang akhir prosesi, suasana haru dan khidmat seketika menyelimuti tenda jemaah seiring dengan doa bersama yang dipanjatkan. Isak tangis kebahagiaan dan tobat pecah, berharap agar seluruh jemaah pulang membawa predikat haji yang mabrur.

“Ya Allah, jadikan wukuf kami sebagai wukuf yang penuh keikhlasan, air mata taubat, dan keberkahan, serta pulangkan kami ke tanah air dengan haji yang mabrur dan dosa yang diampuni,” harap Amrun.(JI/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *