
PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian menegaskan kesiapan negaranya untuk meyakinkan komunitas internasional bahwa mereka tidak sedang mengembangkan senjata nuklir maupun memicu ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan ini disampaikan Pezeshkian pada Minggu (24/5) menyusul sinyal positif terkait finalisasi kesepakatan damai dengan Amerika Serikat.
“Sebelum Ayatollah Ali Khamenei wafat, kami telah menyatakan, dan menegaskan lagi sekarang bahwa kami siap meyakinkan dunia bahwa kami tidak mengembangkan senjata nuklir,” ujar Pezeshkian sebagaimana disiarkan kantor berita resmi Iran, IRNA.
Dalam pernyataannya, Pezeshkian justru menuding Israel sebagai pihak yang mendorong ketidakstabilan di kawasan melalui visi “Israel Raya”. Ia juga menekankan bahwa meskipun Iran terbuka untuk berdialog, para negosiator mereka tidak akan pernah berkompromi terkait “kehormatan dan martabat” negara dalam proses perundingan tersebut.
Momentum ini muncul hanya sehari setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran sebagian besar telah dirundingkan dan kini tinggal menunggu tahap finalisasi.
Hubungan kedua negara sempat memanas hebat sejak serangan militer AS dan Israel ke Iran pada Februari lalu, yang dibalas Iran dengan serangan ke sekutu AS di Teluk serta penutupan Selat Hormuz.
Situasi keamanan di kawasan mulai menunjukkan deeskalasi sejak gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan berlaku pada 8 April. Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden Trump, membuka jalan bagi proses diplomasi yang sedang berlangsung saat ini. (Ant/Z-10)
