
DI tengah dinamika kondisi ekonomi nasional, platform pedagang aset keuangan digital (PAKD) yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bittime, menjalin kolaborasi dengan Nobu Bank. Kemitraan ini bertujuan menjembatani sistem keuangan konvensional dengan ekosistem aset keuangan digital yang sedang berkembang pesat.
Melalui integrasi akses virtual account (VA) Nobu Bank di platform Bittime, investor kini dapat menikmati akses investasi aset digital yang lebih praktis, efisien, dan dapat diakses kapan saja. Langkah ini dipandang sebagai inovasi penting dalam menghadirkan solusi diversifikasi portofolio bagi masyarakat Indonesia.
Dorong Diversifikasi Aset Global
Business Director Bittime, Junji Misael, menjelaskan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu memfasilitasi investor domestik dalam menghadapi volatilitas pasar. Bittime menawarkan kemudahan onboarding dari rupiah ke aset digital secara seamless.
“Sebagai platform yang menyediakan aset-aset global berbasis tokenisasi, kami berkomitmen menyediakan akses investasi 24/7 tanpa biaya tambahan melalui fitur IDR swap ke aset USDT. Hal ini sangat relevan di tengah kondisi volatilitas ekonomi saat ini,” ungkap Junji di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Integrasi itu memungkinkan pengguna mengakses tokenized global assets seperti emas, dolar AS, hingga saham AS dalam satu ekosistem. Aset-aset tersebut kini lebih terjangkau karena bersifat fraksional, sehingga dapat menjadi instrumen lindung nilai (hedging) yang efektif.
- Proses Cepat: Registrasi, KYC, hingga transaksi pertama hanya dalam 10 menit.
- Akses Aset Global: Investasi emas, US$, dan saham AS berbasis tokenisasi.
- Imbal Hasil: Potensi imbal hasil hingga 10% APY pada token-token tertentu.
- Promo Khusus: Cashback 20% (maksimal Rp100.000) dalam bentuk USDT untuk deposit pertama via VA Nobu Bank.
Membangun Ekosistem Finansial Inklusif
Selaras dengan visi tersebut, Head of Universe Merchant Business and Interlink Development Nobu Bank, Chandra Lesmana, menyatakan bahwa masa depan keuangan akan semakin terhubung antara perbankan tradisional dan digital. Kolaborasi ini menjadi langkah awal membangun ekosistem yang lebih inklusif bagi masyarakat.
“Kami berharap dapat menghadirkan pengalaman investasi digital yang lebih lancar bagi masyarakat Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan industri ekonomi kreatif nasional,” tutur Chandra.
Meskipun menawarkan kemudahan, Bittime tetap menekankan pentingnya edukasi bagi investor. Mengingat aset kripto memiliki risiko tinggi–termasuk fluktuasi harga dan risiko likuiditas–pemahaman fundamental makro ekonomi dan manajemen risiko tetap menjadi fondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat di era digital. (Ant/I-2)
