
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti maraknya aksi kriminalitas di Jakarta, mulai dari begal hingga Warga Negara Asing (WNA) jadi korban jambret.
Pramono mengatakan pihaknya menggandeng kepolisian serta mengintegrasikan seluruh kamera pengawas (CCTV) untuk mencegah tindak kriminal di Jakarta.
Ia menegaskan, persoalan keamanan tetap menjadi fokus utama Pemprov DKI Jakarta di tengah dinamika kota besar.
“Untuk masalah keamanan di Jakarta, terus terang tetap menjadi prioritas utama Pemerintah DKI Jakarta yang saya pimpin,” ucapnya saat ditemui di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Senin (18/5).
Ia menyadari, kondisi ekonomi dan kompleksitas kota besar turut mempengaruhi potensi meningkatnya kriminalitas.
“Sebagai kota besar, enggak mungkin Jakarta ya semuanya baik-baik saja, tetapi sekali lagi, kami siap untuk itu,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kejahatan jalanan, Pemprov DKI Jakarta akan bekerja sama dengan Polda Metro Jayadalam mengintegrasikan sistem pengawasan CCTV.
“Hari ini kami akan melakukan kerja sama dengan Kapolda Metro Jaya untuk bagaimana CCTV di seluruh Jakarta itu, baik yang dimiliki Pemerintah DKI Jakarta, oleh Polda Metro Jaya, maupun instansi lain, gedung-gedung yang tingkatnya lebih 4 sekarang ini bisa kita koordinasikan dengan baik,” ujarnya.
Integrasi CCTV ini disebut Pramono bakal menjadi senjata penting dalam pencegahan kejahatan di Jakarta.
“Kalau itu bisa dilakukan, itu bisa sebagai monitoring awal orang yang mau berperilaku untuk tidak baik di Jakarta,” tuturnya.
