Pakistan dan Qatar Percepat Upaya Damai di Tengah Kebuntuan AS-Iran
.(Dok AFP)

PAKISTAN dan Qatar terus meningkatkan koordinasi diplomatik untuk mendorong dimulainya kembali pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang sempat terhenti. Langkah itu sebagai bagian dari upaya internasional untuk mengakhiri konflik yang terus memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah.

Kementerian Luar Negeri Pakistan pada Senin (18/5) menyatakan bahwa Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar melakukan percakapan telepon dengan Menteri Negara Qatar Mohammed bin Abdulaziz Al-Khulaifi guna membahas perkembangan situasi regional dan sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian bersama.

Pembicaraan tersebut berfokus pada berbagai langkah diplomatik yang tengah dilakukan untuk membuka kembali jalur negosiasi antara Washington dan Teheran.

Dalam keterangannya, Kementerian Luar Negeri Pakistan menegaskan bahwa kedua pejabat menekankan pentingnya pendekatan diplomatik dalam meredakan ketegangan yang terus berkembang.

“Kedua pihak menggarisbawahi pentingnya dialog dan keterlibatan diplomatik dalam mengatasi tantangan regional,” kata pernyataan itu dilansir Anadolu, Senin (18/5)

Dalam percakapan tersebut, Ishaq Dar juga kembali menegaskan posisi Islamabad yang mendukung terciptanya perdamaian dan stabilitas regional melalui jalur diplomasi.

Ia menegaskan kembali komitmen Pakistan untuk memajukan tujuan bersama perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan dan sekitarnya.

Kontak diplomatik terbaru ini berlangsung sehari setelah Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi melakukan kunjungan ke Teheran dan bertemu sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian.

Pertemuan itu merupakan bagian dari upaya Pakistan untuk mendorong kedua pihak kembali ke meja perundingan setelah proses negosiasi sebelumnya menemui jalan buntu.

Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga membahas perkembangan situasi di Timur Tengah dengan Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani dalam percakapan telepon pada Minggu (17/5).

Pakistan sebelumnya menjadi tuan rumah putaran pertama pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran pada 11-12 April. Namun, perundingan tersebut belum menghasilkan kesepakatan konkret untuk mengakhiri konflik.

Negosiasi itu digelar setelah tercapainya gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi Pakistan pada 8 April, sebelum kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump.

Sejak saat itu, Washington dan Teheran terus saling bertukar proposal serta kontraproporsal guna mencari titik temu untuk melanjutkan dialog langsung.

Konflik yang berlangsung telah memicu gangguan pada pasokan energi global serta berdampak pada aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat di berbagai wilayah Timur Tengah, sehingga mendorong negara-negara kawasan untuk terus menekan pentingnya penyelesaian melalui jalur diplomasi. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *