
Dunia politik dan hiburan Prancis kembali diguncang oleh perilisan buku terbaru karya jurnalis Paris Match, Florian Tardif. Buku berjudul “Un couple (presque) parfait” (Pasangan yang [Hampir] Sempurna) yang dirilis pada Rabu (13/5/2026) ini membedah sisi privat kehidupan rumah tangga Presiden Emmanuel Macron dan Ibu Negara Brigitte Macron, termasuk menghidupkan kembali rumor lama yang melibatkan aktris asal Iran, Golshifteh Farahani.
Insiden ‘Tamparan’ di Vietnam dan Pesan Singkat Misterius
Salah satu poin paling kontroversial dalam buku Tardif adalah klaim mengenai insiden yang terjadi saat kunjungan kenegaraan ke Vietnam pada Mei lalu. Tardif menuliskan adanya dugaan “tamparan” yang dilayangkan Brigitte kepada Macron sesaat sebelum mereka turun dari pesawat kepresidenan di Hanoi.
Menurut Tardif, ketegangan tersebut dipicu oleh sebuah pesan singkat (SMS) yang dikirimkan sang Presiden kepada Golshifteh Farahani. Pesan tersebut dilaporkan berbunyi, “Aku rasa kamu sangat cantik.” Meski Tardif menyebut hubungan keduanya bersifat “platonis” berdasarkan informasi dari lingkaran dalam kepresidenan, klaim ini tetap memicu spekulasi liar di publik.
Klaim Penulis: Florian Tardif menyatakan dalam wawancara dengan radio RTL bahwa informasi mengenai hubungan platonis ini didapat dari sumber-sumber terpercaya di lingkaran dalam Macron.
Bantahan Keras dari Pihak Ibu Negara
Pihak yang dekat dengan Brigitte Macron tidak tinggal diam. Melalui surat kabar Le Parisien, mereka membantah keras narasi yang dibangun oleh Tardif. Brigitte secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak pernah memeriksa ponsel suaminya, apalagi melakukan tindakan fisik seperti yang dituduhkan.
Bantahan ini kabarnya telah disampaikan langsung oleh Brigitte kepada Tardif pada 5 Maret lalu, jauh sebelum buku tersebut naik cetak. Namun, Tardif tetap memasukkan versi ceritanya ke dalam naskah final buku tersebut.
Respons Golshifteh Farahani: “Drama untuk Mengisi Kekosongan Kasih Sayang”
Golshifteh Farahani, aktris yang menjadi pusat pusaran rumor ini, memberikan tanggapan yang tenang namun menohok. Farahani, yang telah menetap di Prancis sebagai pengungsi sejak 2008, menganggap rumor ini sebagai siklus yang tidak berujung.
“Isu ini datang silih berganti, muncul lalu hilang. Saya bahkan tidak merasa kesal. Apa gunanya?” ujar Farahani. Ia justru mempertanyakan mengapa publik begitu terobsesi dengan drama romansa semacam ini, dan menduga ada sebagian orang yang kurang kasih sayang sehingga merasa perlu mengarang cerita untuk mengisi kekosongan tersebut.
Farahani juga memberikan alibi kuat bahwa selama spekulasi itu berkembang, dirinya sedang berada jauh dari Paris, yakni di Vancouver dan hutan Amazon untuk keperluan profesional.
Profil Singkat Golshifteh Farahani
- Status: Pengungsi di Prancis sejak 2008.
- Penyebab Eksil: Tekanan dari pemerintah Iran setelah membintangi film Hollywood Body of Lies.
- Reputasi: Dikenal sebagai aktivis yang gigih menyuarakan kebebasan perempuan Iran di kancah internasional.
Kesimpulan
Buku “Un couple (presque) parfait” menambah daftar panjang literatur yang mencoba membedah dinamika kekuasaan dan cinta di Istana Élysée. Meskipun penuh dengan klaim provokatif, fakta bahwa pihak Ibu Negara dan Golshifteh Farahani telah memberikan bantahan resmi menunjukkan adanya jurang perbedaan persepsi antara narasi jurnalisme investigatif Tardif dengan realitas yang diklaim oleh para tokoh terkait. (euronews/I-1)
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
| Apa judul buku terbaru tentang Macron? | “Un couple (presque) parfait” karya Florian Tardif. |
| Siapa Golshifteh Farahani? | Aktris asal Iran yang menetap di Prancis dan dikenal karena perannya dalam film internasional serta aktivitas kemanusiaannya. |
| Bagaimana respons Brigitte Macron? | Ia membantah keras telah memeriksa ponsel suaminya atau melakukan insiden penamparan di Vietnam. |
