
UPAYA menjaga perdamaian di Jalur Gaza dinilai harus berjalan beriringan dengan pemulihan kehidupan masyarakat Palestina. Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menyampaikan bahwa perdamaian tidak cukup hanya ditandai dengan berhentinya kekerasan, tetapi juga harus memberikan kesempatan bagi masyarakat Gaza untuk kembali menjalani kehidupan yang layak.
Hal tersebut disampaikan Sugiono dalam High Level Roundtable on Gaza Early Recovery bertajuk From Sharm El-Sheikh to Phase II, Consolidating Peace and Early Recovery, yang digelar di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9).
Indonesia memandang penghentian kekerasan, penerapan gencatan senjata, serta kelancaran akses bantuan kemanusiaan masih menjadi prioritas utama di Gaza.
Namun, pada saat yang sama, langkah pemulihan juga perlu segera dimulai, terutama untuk mengembalikan layanan dasar, membangun kembali infrastruktur, serta memulihkan sumber penghidupan masyarakat.
“Bagi rakyat Gaza, perdamaian harus berarti lebih dari sekadar tidak adanya kekerasan. Mereka harus dapat membangun kembali kehidupan yang layak dan bermartabat,” kata Menlu Sugiono.
Bantuan Tak Hanya untuk Kebutuhan Mendesak
Sugiono menekankan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Gaza tidak seharusnya hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan darurat. Bantuan juga perlu mendukung masyarakat agar mampu membangun kembali kehidupan mereka dalam jangka panjang.
Menurutnya, proses pemulihan membutuhkan dukungan sumber daya yang memadai untuk mengembalikan berbagai layanan dasar sekaligus membangun kembali infrastruktur yang rusak.
“Pemulihan Gaza membutuhkan pasokan dan sumber daya yang memadai untuk mengembalikan layanan dasar dan membangun kembali infrastruktur,” sebut Menlu Sugiono.
Ia menambahkan, lembaga yang dibentuk untuk mengelola Gaza juga dapat berperan dalam proses pemulihan tersebut.
“National Committee for the Administration of Gaza juga dapat memainkan peran penting dalam proses tersebut,” tambah Menlu Sugiono.
Rekonstruksi Harus Dipimpin Rakyat Palestina
Dalam kesempatan yang sama, Sugiono menegaskan seluruh proses rekonstruksi Gaza harus berlandaskan prinsip Palestinian-led and Palestinian-owned atau dipimpin dan dimiliki oleh rakyat Palestina.
Prinsip tersebut berarti dukungan dari masyarakat internasional harus diarahkan untuk memperkuat kapasitas Palestina sekaligus memastikan masyarakat Palestina memiliki peran dan kepemilikan dalam menentukan masa depan Gaza.
Pertemuan High Level Roundtable on Gaza Early Recovery menjadi bagian dari rangkaian upaya internasional untuk memastikan tercapainya perdamaian di Gaza yang diikuti pemulihan nyata bagi masyarakat.
Forum tersebut secara khusus membahas langkah menuju fase berikutnya dalam proses pemulihan Gaza, termasuk pelaksanaan Peace Plan yang memperoleh dukungan melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.(P-4)
