Trump Tegaskan AS Siap Tempuh Cara Apa Pun untuk Hentikan Nuklir Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.(AFP)

PRESIDEN Donald Trump kembali menegaskan bahwa prioritas utama pemerintahannya adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir, terlepas dari potensi dampak ekonomi yang mungkin ditimbulkan bagi Amerika Serikat (AS).

Pernyataan itu disampaikan Trump saat menanggapi pertanyaan mengenai sejauh mana kondisi ekonomi domestik memengaruhi kebijakannya dalam mengambil keputusan terkait langkah agresif terhadap Iran.

“Sama sekali tidak. Satu-satunya hal yang penting ketika saya berbicara tentang Iran, mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” kata Trump, seperti dilaporkan The Washington Post, Rabu (13/5).

Ia menegaskan bahwa pertimbangan ekonomi bukan faktor utama dalam kebijakan luar negerinya terhadap Teheran.

“Saya tak memikirkan situasi keuangan Amerika, saya tidak memikirkan apa pun, tetapi saya memikirkan satu hal. Anda tidak boleh membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, itu saja,” jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Trump juga menegaskan bahwa Washington siap mencapai tujuan tersebut melalui jalur diplomatik maupun langkah lain jika diperlukan. 

Pernyataan itu memicu spekulasi bahwa pemerintahan AS tengah mempertimbangkan opsi operasi militer lanjutan terhadap Iran.

Sejumlah laporan menyebutkan pemerintah federal di Washington sedang mengkaji kemungkinan peluncuran operasi berskala besar sebagai bagian dari tekanan terhadap Teheran. 

Jika skenario itu dijalankan, langkah tersebut diperkirakan membutuhkan alokasi anggaran besar di tengah tekanan ekonomi domestik dan kenaikan harga energi global.

Bersama sekutunya, Israel, pemerintah AS menilai program nuklir Iran sebagai ancaman serius terhadap stabilitas kawasan. Kekhawatiran inilah yang disebut menjadi salah satu dasar meningkatnya eskalasi militer sejak akhir Februari lalu.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara konsisten menyuarakan pandangan bahwa program nuklir Iran harus dihentikan. Isu tersebut juga menjadi salah satu pokok pembahasan paling krusial dalam berbagai upaya negosiasi antara pihak-pihak terkait.

Washington mendorong Iran untuk menghentikan program pengayaan uranium serta menyerahkan stok uranium yang telah diperkaya. Namun, Teheran menolak tuntutan tersebut dan menegaskan bahwa aktivitas nuklirnya dilakukan untuk kepentingan sipil dan damai.

Pemerintah Iran berulang kali menyatakan bahwa program nuklir nasional mereka tidak ditujukan untuk pengembangan senjata. 

Hingga kini, proses diplomasi yang melibatkan AS, Iran, dan Pakistan sebagai mediator terus berlangsung untuk mencari kesepakatan gencatan senjata permanen.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik tetap tinggi mengingat hubungan erat Iran dengan sejumlah kelompok bersenjata di kawasan, termasuk Hamas di Gaza dan Hizbullah di Libanon, yang oleh Israel dipandang sebagai ancaman strategis terhadap keamanan nasionalnya. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *