
INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan koreksi tajam pada pembukaan perdagangan Rabu (13/5/2026). IHSG terpantau anjlok 94,96 poin atau sekitar 1,38 persen ke posisi 6.763,94. Pelemahan ini sejalan dengan indeks saham unggulan LQ45 yang juga merosot 5,90 poin atau 0,88 persen ke level 663,94. Sentimen utama yang menekan pasar modal dalam negeri adalah rilis hasil rebalancing MSCI (Morgan Stanley Capital International) terbaru.
- 18 saham Indonesia keluar dari indeks MSCI.
- Tidak ada saham baru yang masuk ke MSCI Global Standard Index.
- Efektif berlaku pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.
Daftar Saham “Heavyweight” yang Didepak
Tekanan jual paling besar diperkirakan melanda saham-saham IHSG berkapitalisasi pasar besar yang keluar dari MSCI Global Standard Index. Beberapa di antaranya merupakan saham penggerak pasar, yaitu:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
Selain itu, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mengalami penurunan klasifikasi (downgrade) dari Global Standard Index ke Global Small Cap Index.
Eksodus di Lapis Kedua (Small Cap)
Tidak hanya saham blue chip, MSCI juga merombak komposisi MSCI Global Small Cap Index dengan mengeluarkan 13 emiten domestik.
Berikut adalah daftar lengkap saham yang didepak dari kategori Small Cap:
1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
2. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
3. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
4. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
5. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
6. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
7. PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
8. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
9. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
10. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
11. PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
12. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
13. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)
(Ant/H-4)
