
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti ancaman serius praktik judi online (judol). Bahkan, dia menilai hal tersebut dapat merusak stabilitas perekonomian masyarakat.
Hal ini disampaikan Dedi saat menghadiri pengukuhan kepala Bank Indonesia Jawa Barat, di Bandung, Senin (11/5). Dedi meminta pihak terkait agar tegas untuk menutup praktik judol demi menyelamatkan keuangan dan menjaga daya beli masyarakat.
“Kemkomdigi harus bisa mengunci,” katanya. Selain judi online, Dedi juga menyebut praktik pinjaman online sangat merusak perekonomian masyarakat.
Dedi menjelaskan, Jawa Barat saat ini tercatat sebagai angka penggunaan pinjaman online yang sangat tinggi. Ia menilai karakter pinjol ilegal jauh lebih merusak dibandingkan praktik rentenir konvensional atau yang akrab disapa ‘bank emok’.
”Uangnya ini lebih jahat daripada bank emok, karena perputaran uangnya tidak di sini (daerah), tapi lari ke luar,” katanya. Bahkan, dia menilai kedua aktivitas tersebut tidak hanya menghancurkan ketahanan finansial keluarga, tetapi juga berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah secara akumulatif akibat aliran dana yang menguap ke ekosistem ilegal.
”Judi online ini sangat kuat merusak ekonomi dan melemahkan rupiah di Jawa Barat. Dua hal ini, pinjol dan judol, harus diselesaikan bersama-sama,” tegasnya.
Ia meyakini, jika kedua persoalan ini dapat diberantas, Jawa Barat akan memiliki pondasi yang lebih kuat untuk menciptakan stabilitas ekonomi dan kelancaran pembangunan. Dedi memandang bahwa ekonomi yang sehat berakar pada penggunaan keuangan yang produktif, bukan spekulatif atau konsumtif melalui jeratan utang digital.
Di akhir pernyataannya, Dedi kembali mengingatkan pentingnya menjaga harmoni, baik dalam pengelolaan keuangan maupun hubungan dengan lingkungan. Ia mengutip prinsip mengenai relasi manusia dengan alam sebagai kunci kemakmuran.
”Relasi manusia dengan alam akan melahirkan kemakmuran, namun pertentangan dengan alam hanya akan melahirkan pertikaian dan kehancuran. Begitu juga dalam ekonomi, kita harus menjaga keseimbangan agar stabilitas pembangunan tetap terjaga,” katanya. (BY)
