
SEBUAH hantaman dahsyat yang membentuk kawah terbesar di Bulan ribuan tahun silam ternyata meninggalkan “harta karun” ilmiah bagi misi masa depan. Penelitian terbaru menunjukkan material dari kedalaman mantel Bulan kemungkinan besar tersebar di dekat kutub selatan, tepat di lokasi yang direncanakan NASA sebagai tempat pendaratan astronot Artemis.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances pada 7 Mei ini membedah asal-usul Cekungan Kutub Selatan-Aitken (SPA). Kawah raksasa di sisi jauh Bulan ini memiliki lebar lebih dari 2.000 kilometer dan telah lama menjadi teka-teki bagi para ilmuwan mengenai proses pembentukannya.
Simulasi Tabrakan Asteroid Terdeferensiasi
Menggunakan simulasi 3D resolusi tinggi, tim peneliti yang dipimpin Shigeru Wakita dari Universitas Purdue menemukan bentuk elips SPA yang khas paling baik dijelaskan oleh dampak asteroid “terdeferensiasi”. Asteroid jenis ini memiliki struktur kompleks yang terdiri dari inti besi padat dan lapisan luar berbatu, mirip dengan planet kecil.
Penelitian menyebutkan asteroid berdiameter 260 kilometer tersebut menghantam Bulan dengan sudut dangkal 30 derajat dari arah utara ke selatan, dengan kecepatan 13 kilometer per detik. Sudut hantaman yang dangkal ini menjadi kunci utama.
Pada trajektori tersebut, asteroid tersebut seolah “terpenggal”. Lapisan atasnya terkelupas, sementara inti besi yang padat terus menghujam ke depan. “Inti penumbuk bertanggung jawab atas bentuk SPA yang meruncing,” tulis para penulis dalam studi tersebut.
Temuan yang paling krusial bagi eksplorasi luar angkasa adalah dampak dari hantaman tersebut yang melemparkan material ejecta dari mantel Bulan menuju kutub selatan. Simulasi menunjukkan astronot yang mendarat di sana berpotensi menemukan endapan material yang berasal dari kedalaman lebih dari 90 kilometer di bawah permukaan Bulan.
Hal ini menjadi kabar baik bagi program Artemis NASA. Meskipun jadwal pendaratan awak pertama telah direvisi ke misi Artemis 4 pada 2028, target lokasinya tetap di wilayah kutub selatan.
“Pekerjaan kami menunjukkan misi Artemis III NASA (sebelum revisi), yang akan mengirim astronot ke Bulan, kemungkinan besar akan mengambil sampel ejecta SPA jika mendarat sesuai rencana di wilayah kutub selatan Bulan,” tulis para peneliti.
Jika simulasi ini akurat, sampel yang dibawa pulang ke Bumi akan membantu ilmuwan menentukan usia pasti Cekungan SPA dan mengungkap komposisi interior dalam Bulan. Data ini akan menjadi kunci untuk memahami bagaimana Bulan berevolusi sesaat setelah terbentuk lebih dari 4 miliar tahun yang lalu. (Space/Z-2)
