Periksa Mata Bisa Deteksi Alzheimer? Studi Ungkap Tanda Awal Penyakit di Retina
ilustrasi(Magnific)

SIAPA sangka, kunjungan rutin ke dokter mata di masa depan mungkin dapat menyelamatkan seseorang dari ancaman demensia. Sejumlah riset medis terbaru mengungkapkan bahwa tanda-tanda awal penyakit Alzheimer ternyata dapat terdeteksi melalui retina mata, jauh sebelum gejala gangguan memori atau kognitif muncul pada pasien.

Penemuan ini memperkuat teori bahwa pembuluh darah kecil di bagian belakang mata bertindak sebagai cerminan langsung dari perubahan neurologis yang terjadi di dalam otak manusia.

Kaitan Retina Mata dan Penyakit Alzheimer

Studi ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Acta Neuropathologica mencatat adanya peningkatan signifikan penanda protein beta-amiloid pada jaringan retina penderita Alzheimer. Melalui analisis sampel jaringan terbesar yang pernah dilakukan, para peneliti menemukan pola perubahan fisik yang konsisten pada struktur mata pasien.

  • Pemeriksaan OCTA: Teknologi pencitraan canggih berupa optical coherence tomography angiography (OCTA) memungkinkan dokter spesialis mata memindai pembuluh darah mikro di bagian belakang mata.
  • Penipisan Lapisan Retina: Baik pasien dalam tahap awal maupun individu dengan riwayat keluarga Alzheimer menunjukkan fenomena penipisan pada lapisan dalam retina, serta penyusutan pada area hipokampus otak.
  • Kehilangan Pembuluh Darah Mikro: Pengamatan menunjukkan bahwa pasien Alzheimer mengalami penyusutan jaringan pembuluh darah kecil di retina, yang polanya sejalan dengan kerusakan di dalam otak.

Pentingnya Intervensi Sebelum Terlambat

Selama ini, pemindaian otak umumnya baru dapat mendeteksi kerusakan Alzheimer ketika kondisi penyakitnya sudah telat untuk diobati secara efektif. Dr. Ygal Rotenstreich dari Goldschleger Eye Institute menegaskan bahwa dunia medis sangat membutuhkan metode tes yang akurat, cepat, dan ekonomis untuk menangkap risiko penyakit ini sejak dini.

Dengan deteksi dini melalui mata, pasien berisiko tinggi dapat mengambil langkah pencegahan lebih cepat, termasuk mengontrol faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes, serta mengubah gaya hidup sehat puluhan tahun sebelum gejala klinis memori benar-benar merusak kualitas hidup.

(Thehealthy/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *