Suhu di Mekah Tembus 40 Derajat, 2 Jemaah Indonesia Diduga Terkena Heatstroke
Kepala Seksi PKP2JH, Lansia, dan Disabilitas PPIH Daerah Kerja (Daker) Mekah, Ridwan Susanto.(Dok. MCH 2026/Akmal)

DUA jemaah haji asal Indonesia dilaporkan mengalami serangan yang diduga kuat sebagai heatstroke (sengatan panas) saat tengah beribadah di area Masjidil Haram, Mekah. Cuaca ekstrem dalam dua hari terakhir mencapai lebih dari 40 derajat Celsius kini menjadi ancaman, khususnya bagi jemaah lanjut usia (lansia).

Tim Penanganan Krisis Pertama pada Jemaah Haji (PKP2JH) bergerak cepat melakukan evakuasi di titik-titik krusial, termasuk Pos Anjum. Di lokasi tersebut, petugas menemukan jemaah dalam kondisi tergeletak tak sadarkan diri dan langsung memberikan pertolongan medis .

Kepala Seksi PKP2JH, Lansia, dan Disabilitas PPIH Daerah Kerja (Daker) Mekah, Ridwan Susanto, mengungkapkan bahwa satu dari dua jemaah tersebut harus dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi karena adanya indikasi komplikasi jantung.

“Dari gejalanya kemungkinan ia ke arah sana (heatstroke), karena jemaah tiba-tiba terjatuh, tergeletak, dan tidak sadarkan diri. Tim PKP2JH langsung bereaksi cepat membawa jemaah ke tempat teduh dan mengusahakan pendinginan di ruangan ber-AC guna menstabilkan suhu tubuh serta tanda vitalnya,” ujar Ridwan.

Ridwan meminta Ketua Kloter dan Ketua Rombongan (Karom) untuk lebih objektif dalam mengatur ritme ibadah jemaah, terutama lansia. Ia mengingatkan agar stamina jemaah haji 2026 tidak terkuras habis hanya demi mengejar umrah sunnah berulang kali di tengah terik matahari.

“Kita sudah menekankan, bukan sekadar imbauan lagi, agar Karom memperhatikan jemaah lansianya. Pikirkan fase Armuzna itu puncak hajiannya, jangan sampai menjelang hajian justru jemaah berhalangan karena kehabisan tenaga. Jangan terjebak euforia ‘aji mumpung’ di Tanah Suci tanpa mempertimbangkan kondisi fisik,” tegasnya.

Petugas menyarankan jemaah lansia untuk memilih waktu ibadah yang lebih teduh, seperti seusai salat Subuh atau sore menjelang malam. Jemaah juga diingatkan bahwa beribadah di hotel memiliki keutamaan pahala yang sama di seluruh wilayah Tanah Haram. Oleh karena itu, jemaah diimbau tidak memaksakan diri berjalan jauh ke Masjidil Haram jika kondisi fisik tidak memungkinkan.

Sebagai informasi, heatstroke tidak terjadi secara mendadak melainkan melalui tahapan yang patut diwaspadai, mulai dari kaku otot (heat cramp), lemas dan pusing hebat (heat exhaustion), hingga kegagalan fungsi organ (heatstroke) yang ditandai dengan penurunan kesadaran atau disorientasi. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *