
MENENTUKAN ujung dari galaksi tempat kita tinggal, Bima Sakti, selama ini menjadi tantangan besar bagi para astronom karena posisi Bumi yang berada di dalamnya. Namun, sebuah terobosan baru dari tim peneliti Malta University berhasil mengungkap di mana sebenarnya “pagar” galaksi kita berada.
Penelitian ini mendefinisikan batas Bima Sakti berdasarkan wilayah pembentukan bintang yang aktif. Berdasarkan data yang dianalisis, batas tersebut terletak pada jarak antara 11,28 hingga 12,15 kiloparsec, atau setara dengan sekitar 40 ribu tahun cahaya dari pusat galaksi.
Metode Kurva U: Membaca Usia Bintang
Para peneliti menggunakan pendekatan inovatif dengan menganalisis usia dari sekitar seratus ribu bintang raksasa. Data ini dikumpulkan dari berbagai survei astronomi ternama seperti APOGEE-DR17, LAMOST-DR3, dan Gaia. Hasilnya menunjukkan pola unik yang disebut sebagai grafik berbentuk U.
Dalam grafik ini, hubungan antara usia bintang dan jarak dari pusat galaksi dijelaskan sebagai berikut:
- Pusat Galaksi: Dihuni oleh bintang-bintang tua karena kepadatan gas dan debu memicu pembentukan bintang lebih awal.
- Wilayah Menengah: Semakin menjauh dari pusat, bintang-bintang ditemukan berusia semakin muda (daerah pembibitan aktif).
- Titik Balik (Batas): Pada jarak tertentu, tren ini berbalik. Bintang-bintang kembali ditemukan berusia tua. Titik balik inilah yang ditetapkan sebagai batas akhir wilayah pembentukan bintang atau ujung Bima Sakti.
Fenomena Bintang Migran
Mengapa terdapat bintang tua di wilayah terluar? Peneliti menjelaskan bahwa mereka adalah “bintang migran”. Bintang-bintang ini awalnya terbentuk di dalam wilayah aktif, namun terlempar keluar akibat gaya gravitasi dari lengan spiral dan struktur “batang pusat” galaksi. Proses migrasi ini telah berlangsung selama miliaran tahun, menciptakan pinggiran galaksi yang tenang namun dihuni bintang-bintang tua.
3 Alasan Adanya Batas Pembentukan Bintang:
- Resonansi Lindblad Luar: Gangguan dari batang pusat galaksi yang memerangkap aliran gas di bagian dalam.
- Pelengkungan Galaksi: Pada jarak 40 ribu tahun cahaya, bidang galaksi melengkung sehingga menyebarkan gas ke area yang terlalu luas.
- Kepadatan Gas: Gas di wilayah terluar menjadi terlalu tipis untuk mendingin dan membentuk bintang baru.
Karakteristik Galaksi Tipe-II
Temuan ini mengonfirmasi bahwa Bima Sakti merupakan galaksi cakram Tipe-II, yang memiliki karakteristik melengkung ke bawah. Struktur ini ternyata cukup umum, dimiliki oleh sekitar 60% galaksi sejenis di alam semesta lokal.
| Parameter | Detail Temuan |
|---|---|
| Jarak Batas | 11,28 – 12,15 Kiloparsec (~40.000 Tahun Cahaya) |
| Metode Analisis | Kurva U (Usia Bintang vs Jarak) |
| Klasifikasi Galaksi | Cakram Tipe-II (Melengkung ke bawah) |
| Sumber Data | APOGEE-DR17, LAMOST-DR3, Gaia |
Penelitian dari Malta University ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai struktur rumah galaksi kita, menandai berakhirnya wilayah pembentukan bintang yang dinamis dan dimulainya pinggiran galaksi yang lebih sunyi. (Z-10)
