
UPAYA memperkuat ekosistem ekonomi kolaboratif berbasis kearifan lokal di Indonesia memasuki babak baru. Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur resmi mencapai kesepakatan dalam Rapat Konsensus (Rakon) yang digelar secara daring pada awal April 2026.
Kesepakatan ini menjadi tonggak penting karena menandai masuknya rancangan tersebut ke tahap jajak pendapat (public polling). Tahap ini merupakan langkah keempat dari total tujuh prosedur formal dalam penetapan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Implementasi Nilai Gotong Royong
Direktur Pengembangan Standar Badan Standardisasi Nasional (BSN), Heru Suseno, menekankan bahwa kehadiran standar ini sangat krusial. Menurutnya, RSNI G2R Tetrapreneur adalah instrumen untuk mengimplementasikan nilai luhur gotong royong ke dalam sistem ekonomi kolaboratif yang modern dan terukur.
Rapat konsensus tersebut dipimpin oleh Rika Fatimah, Wakil Ketua Komite Teknis Manajemen Ekonomi Kolaboratif. Forum dinyatakan kuorum dengan kehadiran 12 dari 13 anggota yang merepresentasikan empat pilar pemangku kepentingan: pemerintah, pakar, konsumen, dan pelaku usaha.
“SNI G2R Tetrapreneur ini dirancang sebagai standarisasi berseri. Ke depan, bagian-bagian lanjutan akan terus dikembangkan hingga membentuk satu kesatuan sistem yang utuh,” ujar Rika Fatimah dalam keterangannya.
Jembatan Akademisi dan Praktisi
Rika menambahkan bahwa standar ini berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan praktik lapangan para pelaku wirausaha dengan kajian akademis. Hal ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan kebijakan nasional yang berbasis pada ilmu pengetahuan (science-based policy).
Salah satu poin krusial dalam rapat tersebut adalah penajaman judul standar untuk memberikan fokus yang lebih spesifik pada tahap awal pengembangan.
| Aspek | Detail Informasi |
|---|---|
| Judul Resmi RSNI | Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur – Bagian 1: Pedoman Mutu Ekosistem Wirausaha |
| Durasi Jajak Pendapat | 30 Hari Kalender |
| Asal Pengembangan | Asli Indonesia (Dirintis sejak 2024) |
| Lokasi Pilot Project | Kawasan Transmigrasi Tanjung Banon, Batam |
| Komite Teknis | Komisi Teknis 03–13 Manajemen Ekonomi Kolaboratif |
Pilot Project di Tanjung Banon
Ke depan, RSNI ini tidak hanya berhenti pada tataran dokumen administratif, tetapi diproyeksikan berkembang menjadi skema penilaian kesesuaian atau sertifikasi. Hal ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem wirausaha yang inklusif dan berdaya saing global.
Ketua Komisi Teknis 03–13 Manajemen Ekonomi Kolaboratif, Dr. R. Bambang Widyatmiko, mengungkapkan bahwa implementasi awal akan difokuskan pada kawasan percontohan strategis. Kawasan transmigrasi Tanjung Banon di Batam dipilih sebagai model pengembangan ekonomi berbasis gotong royong.
“Dalam waktu dekat, SNI G2R Tetrapreneur akan diimplementasikan di Tanjung Banon sebagai bagian dari upaya menjadikan transmigrasi sebagai solusi sosial dan prioritas nasional yang berlandaskan semangat kolaborasi,” pungkas Bambang. (Z-1)
