
DOA Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anna merupakan salah satu permohonan yang paling dianjurkan oleh Rasulullah SAW, terutama saat memasuki 10 malam terakhir bulan Ramadan. Doa ini mengandung pengakuan atas kemahakuasaan Allah dalam memberikan maaf secara total.
Bacaan Doa Allahumma Innaka Afuwwun
Berikut adalah lafal doa sesuai sunnah dalam teks Arab, latin, dan terjemahannya:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Perbedaan Al-Afwu dan Al-Maghfirah
Dalam teologi Islam, terdapat perbedaan halus namun mendalam antara memohon ampunan (maghfirah) dan memohon maaf (afwu):
| Istilah | Makna Filosofis | Dampaknya |
|---|---|---|
| Al-Maghfirah | Menutup dosa (Covering) | Dosa tetap ada di catatan tapi ditutupi dari pandangan mahluk lain. |
| Al-Afwu | Menghapus dosa (Erasing) | Dosa dihapus sepenuhnya dari buku amal seolah tidak pernah terjadi. |
Keutamaan Membaca Doa di Malam Lailatul Qadar
Mengapa Rasulullah SAW secara khusus mengajarkan doa ini kepada Aisyah RA? Berikut adalah alasannya:
- Pemutihan Dosa: Lailatul Qadar adalah malam penetapan takdir. Dengan meminta afwun, kita berharap memulai lembaran takdir baru tanpa beban dosa masa lalu.
- Sifat yang Dicintai Allah: Kalimat Tuhibbul ‘afwa menunjukkan bahwa Allah sangat senang ketika hamba-Nya meminta maaf.
- Ketenangan Batin: Secara psikologis, memohon maaf secara tulus memberikan efek pelepasan beban mental yang luar biasa bagi seorang mukmin.
Kesimpulan
Mengamalkan doa Allahumma innaka ‘afuwwun adalah bentuk kerendahan hati tertinggi seorang hamba. Di tahun 2026 ini, mari kita persiapkan diri untuk menyambut malam-malam terakhir Ramadhan dengan lisan yang basah oleh doa ini, mengharap ridha dan penghapusan dosa yang sempurna dari Allah SWT. (Z-10)
