
PENGURUS Pusat Pemuda Katolik menggelar Konferensi Nasional Cendekiawan dan Akademisi Pemuda Katolik 2026 di Hotel Sotis Kemang, Jakarta, Sabtu-Minggu (29-30/8). Forum tersebut membahas kontribusi masyarakat dalam mendorong hilirisasi dan ketahanan energi menuju Indonesia Emas 2045.
Konferensi mengusung tema “Sinergi Partisipasi Masyarakat dalam Akselerasi Hilirisasi dan Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan itu mempertemukan pemerintah, akademisi, cendekiawan, dunia usaha, masyarakat sipil, serta kader Pemuda Katolik.
Ketua Steering Committee (SC) Bondan Wicaksono mengatakan Konferensi Cendekiawan Jilid 2 membahas isu energi secara komprehensif. Pembahasan mencakup pengelolaan energi dan pertobatan ekologis, ketahanan energi dan hilirisasi, demokratisasi energi, hingga pembangunan ekosistem energi nasional yang berkelanjutan.
Ketua Umum PP Pemuda Katolik Stefanus Gusma mengatakan konferensi tersebut diarahkan untuk memperkuat peran cendekiawan dan ilmuwan Katolik dalam pembangunan nasional melalui pengetahuan, riset, teknologi, dan gagasan kebijakan.
“Pertemuan ini bukan hanya ruang bertukar gagasan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kontribusi akademik dan intelektual Katolik bagi agenda energi Indonesia,” ujar Gusma dalam keterangannya.
Ia mengatakan blueprint konferensi menempatkan tanggung jawab etis terhadap alam sebagai dasar keterlibatan akademisi. Para cendekiawan dan ilmuwan Katolik didorong menghasilkan riset yang mendukung pembangunan berkelanjutan, mengembangkan teknologi energi bersih dan terbarukan, serta menilai dampak ekologis kebijakan publik dan industri.
“Kita berharap forum ini melahirkan gagasan yang dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi dan gerakan nyata,” katanya.
Gusma menambahkan semangat Laudato Si’ menjadi pijakan moral dalam melihat pembangunan energi. Menurutnya, ekologi integral mengingatkan bahwa krisis lingkungan tidak dapat dipisahkan dari krisis sosial, ekonomi, budaya, dan spiritual. Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menekankan pentingnya investasi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.
“Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%, investasi menjadi salah satu instrumen penting. Hilirisasi sumber daya alam juga menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
konferensi tersebut dibuka Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat. Ia menekankan pentingnya pertobatan ekologis dan mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kita perlu mendorong pertobatan ekologis secara nasional agar kepedulian terhadap lingkungan menjadi gerakan bersama,” katanya.
Jumhur juga menegaskan pemerintah akan memperkuat penegakan hukum terhadap pihak yang merusak lingkungan maupun kegiatan produksi yang meninggalkan sampah. Kegiatan dibuka secara simbolis melalui penyiraman tanaman oleh para tokoh yang hadir. Simbol tersebut menegaskan pesan bahwa akselerasi ekonomi, hilirisasi, dan ketahanan energi perlu berjalan bersama dengan tanggung jawab ekologis. (E-4)
