
PIMPINAN Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) bersama komunitas Diaspora NU mendorong perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (NU) mengambil peran lebih besar dalam pengembangan industri halal global.
Dorongan tersebut mengemuka dalam Halaqoh Nasional Diaspora NU dan Pesantren serta Pendidikan Tinggi NU yang digelar di Pesantren Tambakberas, Jombang, Jumat (28/8/2026). Kegiatan ini diikuti pimpinan perguruan tinggi NU, akademisi NU dari berbagai negara, perwakilan pesantren, dan masyarakat umum.
Ketua Umum PP ISNU Kamaruddin Amin mengatakan industri halal memiliki cakupan yang luas sehingga membutuhkan dukungan sumber daya manusia berkualitas. Menurutnya, perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui pendidikan, riset, inovasi, hingga pendampingan bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“Industri halal itu cakupannya sangat luas. Bukan hanya makanan dan minuman. Karena itu, kita membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan perguruan tinggi harus mengambil peran penting dalam membangun ekosistem industri halal,” ujar Ketum PP ISNU Kamaruddin Amin
Kamaruddin menilai perguruan tinggi NU memiliki modal untuk menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem tersebut. Penguatan kapasitas kampus juga dinilai penting karena perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi turut memengaruhi perkembangan masyarakat.
Kamaruddin juga menyoroti posisi perguruan tinggi dalam membentuk karakter serta cara suatu bangsa memahami kehidupan keagamaan. Ia menilai kualitas institusi pendidikan tinggi memiliki hubungan erat dengan perkembangan masyarakat.
“Di seluruh dunia, di Skandinavia semuanya di-back up oleh perguruan tinggi yang bagus sekali,” ujar Kamaruddin.
Menurut dia, keberadaan kampus berkualitas dapat memberikan pengaruh lebih luas terhadap karakter dan artikulasi keagamaan suatu bangsa.
“Artikulasi keagamaan sebuah bangsa tidak bisa lepas dari karakteristik kampus,” tegasnya.
Karena itu, Kamaruddin mengajak warga Nahdliyin untuk tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, tetapi juga memperkuat kerja sama dalam mengembangkan ekosistem pendidikan NU.
“Kita harus meningkatkan kualitas dan kolektivitas sebagai warga Nahdliyyin,” dia menegaskan.
Halaqoh tersebut menjadi bagian dari rangkaian momentum Muktamar ke-35 NU di Jombang sekaligus ruang untuk membahas kontribusi diaspora, pesantren, dan perguruan tinggi dalam memperkuat pendidikan serta industri halal. (I-3)
