
PARIS Saint-Germain (PSG) dan Barcelona menjadi kekuatan utama dalam persaingan Ballon d’Or 2026. Sebanyak 13 pemain dari kedua klub masuk daftar 30 nominasi penghargaan individu paling bergengsi di sepak bola itu. Dominasi tersebut menambah daya tarik pertemuan kedua tim pada pekan ketiga Liga Champions yang akan dimainkan di Parc des Princes, Rabu (21/10) dini hari pujul 02.00 WIB. Banyaknya pemain yang masuk bursa Ballon d’Or membuat duel dua klub tersebut menjadi salah satu laga paling dinantikan.
Barcelona memiliki Lamine Yamal yang menjadi salah satu kandidat kuat peraih Ballon d’Or tahun ini. Pemain muda tersebut telah mencetak delapan gol di La Liga musim ini.
Sementara itu, PSG memiliki sejumlah pemain yang sebelumnya menonjol dalam perebutan penghargaan tersebut. Ada Ousmane Dembele dan Vitinha yang menjadi kandidat kuat dari kubu Les Parisiens.
Kekuatan individu itu sejalan dengan pencapaian kedua klub di level tim. PSG dan Barcelona mengawali pekan ketiga Liga Champions sebagai penghuni dua posisi teratas berdasarkan jumlah gol.
PSG unggul atas Barcelona dalam produktivitas gol, menjadikan duel keduanya sebagai salah satu pertandingan yang paling dinantikan musim ini.
Kubu Paris juga memiliki catatan positif dalam pertemuan sebelumnya. Musim lalu, klub asal Prancis itu menang 2-1 atas Barcelona pada fase yang sama. Tim besutan Luis Enrique kemudian melanjutkan kiprahnya hingga merebut gelar Liga Champions untuk dua musim berturut-turut. PSG juga pernah menyingkirkan Barcelona dalam dua leg perempat final tiga musim sebelumnya.
Dari sisi produktivitas, Barcelona mencetak 192 gol dalam 68 pertandingan sejak dimulainya Piala Dunia Antarklub 2025. Catatan itu setara dengan rata-rata 2,82 gol per laga dan menempatkan mereka di posisi kedua di antara klub-klub dari lima liga top Eropa.
PSG berada di urutan ketiga dengan koleksi 154 gol dari 67 pertandingan atau rata-rata 2,3 gol per laga. Hanya Bayern Muenchen yang mencatatkan produktivitas lebih tinggi dibandingkan kedua klub tersebut.
Dominasi kedua tim juga terlihat di kompetisi domestik. PSG memenangi 12 dari 14 gelar Ligue 1 terakhir, termasuk lima musim secara beruntun. Tiga dari lima gelar tersebut diraih dengan selisih minimal sembilan poin dari pesaing terdekat.
Barcelona pun tampil konsisten di Spanyol. Mereka memenangi tiga dari empat edisi terakhir La Liga dan menjadi juara bertahan. Pada musim lalu, Barcelona mengakhiri kompetisi dengan keunggulan delapan poin atas Real Madrid yang menempati posisi kedua.
Di Liga Champions, PSG menjadi klub kedua pada era kompetisi tersebut yang mampu meraih gelar dalam dua musim beruntun setelah Real Madrid. Dalam dua musim terakhir, Bayern Muenchen menjadi klub lain dari lima liga top Eropa yang mampu menyamai konsistensi Barcelona dan PSG dalam meraih gelar domestik secara berturut-turut. (Dhk/P-3)
