
SVARNA Bhumi Award 2026 menyoroti munculnya generasi muda yang memilih sektor pertanian sebagai profesi sekaligus mengembangkan inovasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, penghargaan tersebut dinilai menunjukkan semakin luasnya regenerasi petani di Indonesia.
Salah satu juri Svarna Bhumi Award 2026, Andy F Noya, mengatakan perubahan paling menonjol tahun ini ialah semakin banyaknya anak muda yang masuk dan berkontribusi di sektor pertanian. Mereka tidak hanya memilih bertani, tetapi juga memanfaatkan teknologi, menghasilkan produk bernilai tambah, hingga menembus pasar ekspor.
“Yang cukup mengagumkan ternyata semakin banyak petani-petani muda. Ini membuktikan bahwa regenerasi petani berjalan,” ujar Andy dalam rangkaian Svarna Bhumi Award 2026, di Grand Studio Metro TV, Jumat (21/8).
Menurut dia, fenomena tersebut terlihat ketika dirinya berkeliling ke berbagai daerah dan bertemu dengan petani muda. Sejumlah anak muda berpendidikan tinggi bahkan memilih meninggalkan jalur pekerjaan di perkotaan untuk mengembangkan usaha pertanian di daerah.
Andy mencontohkan petani muda di Sumatra Utara yang mengembangkan kopi dengan metode budidaya yang tetap mempertahankan tanaman di kawasan perkebunan. Produk kopi tersebut memiliki nilai jual tinggi karena kualitas dan metode produksinya.
Ia juga menilai perkembangan teknologi menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi sektor pertanian. Namun, inovasi tersebut perlu didukung regulasi dan kebijakan pemerintah agar teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian dapat dimanfaatkan secara luas oleh petani.
Sebagai informasi, Svarna Bhumi Award 2026 merupakan ajang apresiasi yang diinisiasi PT Pupuk Indonesia dan digelar berkolaborasi dengan BenihBaik.com serta Kick Andy Metro TV.
Penghargaan tersebut ditujukan kepada sosok yang dinilai memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan dan memperkuat masa depan bangsa.
Pada penyelenggaraan tahun keempat ini, Svarna Bhumi Award memberikan apresiasi kepada sejumlah sosok melalui beberapa kategori, termasuk penghargaan khusus. Penyelenggara menilai cakupan penerima penghargaan semakin luas dengan latar belakang dan demografi yang semakin beragam.
Selain petani, apresiasi juga diberikan kepada sosok yang bergerak dalam inovasi, pemberdayaan masyarakat, pengembangan usaha pertanian, hingga penguatan rantai nilai produk pangan. (H-3)
