
INDONESIA Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 resmi diperkenalkan melalui kegiatan Press Conference yang berlangsung di Midaz Senayan Golf, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ICX 2026, termasuk Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo Daswar Marpaung dan Presiden Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon L.P. Napitupulu.
ICX Jakarta 2026 akan berlangsung pada 4-6 September 2026 di Cendrawasih Hall, Jakarta International Convention Center (JICC). Penyelenggara menargetkan sekitar 10.000 pengunjung untuk menghadiri pameran dan berbagai program yang telah disiapkan.
Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo Daswar Marpaung mengatakan ICX Jakarta 2026 menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pameran kopi yang sebelumnya telah diselenggarakan di sejumlah kota, termasuk Surabaya dan Medan.
Menurut Daswar, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai pameran kopi, tetapi juga menjadi wadah pertemuan bagi pelaku industri dan ekosistem kopi.
“ICX merupakan acara pameran, bukan hanya pameran kopi, tapi ajang pertemuan atau platform meeting,” ujar Daswar dalam konferensi pers, Kamis (20/8/2026).
Ia mengatakan penyelenggara optimistis jumlah pengunjung ICX Jakarta 2026 dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Target tersebut meningkat dari penyelenggaraan sebelumnya yang telah mendapatkan perhatian dari masyarakat.
Sementara itu, Presiden Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon L.P. Napitupulu menilai industri kopi Indonesia memiliki ekosistem yang luas. Menurutnya, kegemaran masyarakat Indonesia terhadap kopi turut membuka peluang ekonomi bagi berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan petani kopi lokal.
Nixon menilai kopi lokal memiliki potensi besar karena kesadaran masyarakat terhadap produk kopi dalam negeri semakin berkembang. Ia juga melihat kopi tidak lagi sekadar menjadi minuman, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
“Selama tidak ada larangan dokter, menurut saya kopi itu benda yang sangat universal,” ujar Nixon dalam konferensi pers ICX Jakarta 2026, Kamis (20/8/2026).
Menurut Nixon, di balik satu cangkir kopi terdapat rantai ekonomi yang melibatkan banyak pihak. Mulai dari petani, pelaku usaha, hingga industri pendukung lainnya. Karena itu, ia berharap penyelenggaraan ICX dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Ia juga berharap penyelenggaraan ICX dapat diperluas ke berbagai kota pada tahun-tahun berikutnya sehingga potensi industri kopi Indonesia dapat semakin dikenal.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan penyelenggara yang disampaikan oleh Gusti menjelaskan bahwa ICX sebelumnya telah digelar di Surabaya dan Medan. Dari dua penyelenggaraan tersebut, jumlah pengunjung disebut mencapai sekitar 16.500 orang.
Untuk ICX Jakarta 2026, sebanyak lebih dari 75 brand lokal dan internasional telah dikonfirmasi akan berpartisipasi. Pameran ini juga akan menghadirkan berbagai program yang dirancang untuk mempertemukan pelaku industri kopi dengan masyarakat.
Salah satu program yang disiapkan adalah kompetisi barista. Penyelenggara menyebut kompetisi tersebut akan menjadi bagian dari rangkaian kompetisi barista 2026/2027 dan akan melibatkan peserta dari berbagai kalangan.
Selain kompetisi, ICX Jakarta 2026 akan menghadirkan Brew Talks, yaitu program berbentuk diskusi dan perbincangan yang dikemas seperti talkshow atau podcast. Program tersebut akan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan kopi dan industri pendukungnya.
ICX Jakarta 2026 juga akan menghadirkan berbagai pertunjukan hiburan. Penyelenggara menyebut acara akan ditutup dengan penampilan sejumlah artis. Selain itu, terdapat segmen Unfilter yang menghadirkan selebritas dan tokoh publik untuk menyeduh kopi secara langsung di hadapan penonton. Salah satu figur yang disebut akan terlibat adalah Tara Budiman.
Penyelenggara juga berencana melibatkan teman-teman difabel dalam kegiatan menyeduh kopi di hadapan audiens. Hal tersebut menjadi salah satu upaya untuk membuat festival kopi dapat dinikmati oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.
Program lainnya adalah Brew Bars, tempat para kompetitor diwajibkan menyiapkan dan menyajikan kopi. Kehadiran program tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung mengenai proses penyajian kopi.
Dari sisi tren industri, Gusti mengatakan kebiasaan masyarakat dalam menikmati kopi terus mengalami perubahan. Menurutnya, tren kedai kopi sempat berkembang pesat sekitar 2016, kemudian mengalami penurunan ketika pandemi berlangsung.
Saat ini, menurut Gusti, terdapat perubahan selera masyarakat. Kopi hitam mulai kembali mendapatkan perhatian, sementara sebagian konsumen mulai mencari variasi menu baru setelah sebelumnya banyak menikmati kopi susu.
“Cara menikmatinya sudah bergeser. Walaupun industrinya sedang matang-matangnya, ada 100 ribuan kopi,” ujar Gusti.
Dengan berbagai program tersebut, ICX Jakarta 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang pertemuan bagi pelaku industri, komunitas, barista, pelaku UMKM, masyarakat, hingga pencinta kopi.
ICX Jakarta 2026 akan berlangsung pada 4-6 September 2026 di Cendrawasih Hall, JICC. Masyarakat yang ingin menghadiri acara tersebut dapat melakukan registrasi melalui situs Dyandra maupun aplikasi Bale. (Z-4)
