
GENOSIDA israel terhadap Jalur Gaza telah memasuki tahun ketiga. Tiga tahun kehancuran telah meninggalkan luka kemanusiaan yang sangat dalam. Sumber Kementerian Palestina di Gaza menyebutkan, sejak 7 Oktober 2023 hingga 6 Oktober 2026 jumlah korban agresi Israel ke Jalur Gaza sebanyak 74.245 orang syahid dan 175.267 orang terluka.
Sementara sekitar 1,5 juta orang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan. Mereka bertahan di sekitar 30% wilayah Gaza, selebihnya atau sekitar 70% berada di bawah pendudukan israel hingga sekarang. Selama tiga tahun, masyarakat dunia menyaksikan kehancuran Gaza dan kekejian yang dilakukan israel, dengan dukungan Amerika Serikat, yang telah menyebabkan kehancuran pada 90% infrastruktur di Jalur Gaza.
Bersamaan dengan tragedi tersebut, isu perjuangan rakyat Palestina juga mengalami perubahan besar. Isu Palestina yang selama ini kerap dipandang sebagai persoalan umat Islam atau konflik Arab–Israel, kini telah berkembang menjadi persoalan kemanusiaan dan politik global. Perjuangan rakyat Palestina semakin menjadi bagian penting dari pembahasan mengenai kemanusiaan, keadilan, hukum internasional, dan perdamaian dunia.
Ketua Komnas Palestina, Muhammad Syarief, menyampaikan keprihatinan mendalam atas penderitaan warga sipil Palestina yang terus berlangsung. Ia menyerukan agar hukum internasional dihormati dan ditegakkan tanpa pengecualian, terutama dalam melindungi masyarakat sipil dan memastikan hak-hak dasar rakyat Palestina.
Syarief juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus mendukung dan membantu perjuangan rakyat Palestina menuju kemerdekaan dan kedaulatan. Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya penting untuk membantu rakyat Palestina bertahan dalam situasi yang sulit, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan Gaza. Pemulihan Gaza tidak akan dapat terwujud tanpa dukungan dan bantuan yang diberikan masyarakat dunia, termasuk dari Indonesia.
Dukungan tersebut, kata Syarief, telah diwujudkan masyarakat Indonesia melalui berbagai bantuan kemanusiaan yang disalurkan ke Gaza. Komnas Palestina sendiri terus menyalurkan amanah masyarakat dalam berbagai bentuk bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga Gaza.
“Alhamdulillah, dengan izin Allah, berkat dukungan masyarakat Indonesia yang menitipkan amanahnya kepada Komnas Palestina, dalam dua bulan terakhir kami sudah menyalurkan bantuan untuk masyarakat Gaza berupa sembako, air bersih, sayur-mayur, serta santunan untuk anak yatim,” ujar Syarief, yang juga lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Ia menambahkan, jumlah anak yatim di Gaza meningkat selama agresi israel dan kini mencapai sekitar 65.000 anak yatim.
Menurut Syarief, sekecil apa pun bantuan kemanusiaan yang dikirimkan ke Gaza memiliki arti yang sangat besar. Bantuan tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi menjadi modal bagi rakyat Palestina untuk bertahan dan tetap tinggal di tanah kelahirannya.
“Sejatinya, sebesar apa pun bantuan kemanusiaan yang dikirimkan ke Gaza sangatlah berarti, karena itu menjadi modal mereka untuk bertahan di atas tanah kelahirannya,” katanya.
Syarief menilai, bantuan kemanusiaan memiliki makna yang lebih luas di tengah situasi Gaza. Menurutnya, Israel memiliki agenda untuk mengosongkan Gaza dari penduduknya. Namun, menurutnya, upaya tersebut gagal karena rakyat Gaza, dengan keteguhan iman, memilih bertahan di tanah kelahirannya dengan segala risiko yang dihadapi. Karena itu, bantuan kemanusiaan yang terus mengalir bukan sekadar meringankan beban, tetapi juga memperkuat ikhtiar rakyat Gaza untuk tetap bertahan di tanah mereka.
“Zionis israel memiliki agenda mengosongkan Gaza, namun semua itu gagal karena kita membantu rakyat Gaza untuk bertahan,” tegas Syarief.
Karena itu, Syarief menegaskan bahwa bantuan yang mungkin dinilai sederhana oleh sebagian orang sesungguhnya memiliki arti penting bagi rakyat Palestina.
“Jadi jelas, bantuan yang sebagian orang menilainya sederhana, sejatinya adalah sumbangsih perlawanan kita terhadap penjajah israel,” pungkas Syarief.
Tiga tahun genosida, menurut Komnas Palestina, tidak boleh berhenti sebagai angka semata. Di balik setiap angka terdapat manusia, keluarga, anak-anak, impian, dan kehidupan yang hancur.
Komnas Palestina menegaskan akan terus berdiri bersama nilai-nilai kemanusiaan dan menyerukan tindakan nyata untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina serta mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Komnas Palestina juga mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak berhenti peduli terhadap Palestina. Dukungan, doa, dan bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada rakyat Palestina menjadi bagian penting untuk membantu mereka bertahan sekaligus membangun kembali kehidupan di Gaza. (E-4)
