Waspada Heat Stroke: Gejala, Dampak Kerusakan Organ, dan Cara Penanganan Darurat
Ilustrasi(magnific)

DOKTER spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Faisal Parlindungan, Sp.PD, menekankan pentingnya penanganan segera terhadap heat stroke atau serangan panas. Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan medis yang jika dibiarkan dapat memicu kerusakan organ hingga berakibat fatal.

Faisal menjelaskan bahwa heat stroke terjadi ketika tubuh gagal mengatur dan membuang panas, sehingga suhu tubuh meningkat secara drastis dan berlebihan.

“Heat stroke membutuhkan penanganan segera untuk menurunkan suhu tubuh dan mencegah kerusakan organ,” ujar Faisal, dikutip Kamis (20/8).

Dampak dan Risiko Kerusakan Organ

Peningkatan suhu tubuh yang tidak terkendali dapat mengganggu fungsi berbagai organ vital. Keterlambatan dalam memberikan pertolongan pertama meningkatkan risiko komplikasi serius yang berujung pada kematian.







Aspek Terpengaruh Dampak Kerusakan
Organ Vital Gangguan fungsi otak, ginjal, dan hati.
Sistem Tubuh Masalah pada otot dan gangguan sistem pembekuan darah.
Risiko Tertinggi Kematian akibat kegagalan multiorgan.

Langkah Penanganan Darurat

Tujuan utama penanganan heat stroke adalah menurunkan suhu tubuh secepat mungkin melalui proses pendinginan aktif. Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Dr. Hermawan Saputra, SKM., MARS., CICS., memberikan panduan langkah awal jika menemui gejala serangan panas.

Berikut adalah langkah-langkah pertolongan pertama yang disarankan:

  • Pindah ke Tempat Teduh: Segera cari lokasi yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung.
  • Pendinginan Aktif: Gunakan kompres dingin memakai kain basah, air dingin, atau es pada tubuh.
  • Identifikasi Gejala: Waspadai jika muncul rasa pusing, kulit memerah, pening, atau mual saat beraktivitas di lingkungan panas.
  • Pantau Suhu Tubuh: Jika suhu badan mencapai atau melebihi 40 derajat Celsius, kondisi tersebut sudah tidak normal dan harus segera diatasi.

Hermawan menyarankan agar individu yang mengalami gejala berat segera dibawa ke fasilitas kesehatan. Di sana, tenaga medis akan membantu menstabilkan kondisi pasien serta melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui sejauh mana dampak peningkatan suhu terhadap kondisi organ dalam. (Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *