
PENGUATAN publikasi ilmiah menjadi salah satu fokus utama dalam membangun ekosistem riset yang berkelanjutan. Upaya tersebut kembali mencatat hasil positif melalui capaian akreditasi empat jurnal ilmiah Universitas Mercu Buana (UMB) dalam pemeringkatan nasional Science and Technology Index (SINTA) yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Empat jurnal tersebut mencatat capaian pada jenjang dan posisi pemeringkatan yang berbeda. Jurnal Teknik Mesin mengalami peningkatan peringkat menjadi SINTA 3 dan berada di posisi nasional ke-28 pada bidangnya.
Sementara itu, MediaKom: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi memperoleh akreditasi baru SINTA 4 dengan peringkat nasional ke-51. Capaian serupa diraih Merpsy Journal yang mendapatkan akreditasi baru SINTA 4 dan berada di peringkat ke-682.
Adapun Vitruvian: Jurnal Arsitektur, Bangunan, dan Lingkungan berhasil mempertahankan akreditasi SINTA 4 dengan posisi peringkat nasional ke-54.
MI/HO—Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng.
Capaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan pengelolaan publikasi ilmiah di UMB. Saat ini, universitas mengelola 27 jurnal ilmiah yang mencakup berbagai bidang keilmuan. Jurnal-jurnal tersebut menjadi ruang publikasi hasil penelitian dosen dan peneliti, sekaligus terbuka bagi kontribusi akademisi dari berbagai perguruan tinggi melalui mekanisme penelaahan sejawat atau peer review.
Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng., menilai peningkatan akreditasi tersebut menunjukkan adanya proses penguatan yang berlangsung secara konsisten dalam pengelolaan jurnal ilmiah di lingkungan UMB.
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa kualitas pengelolaan jurnal ilmiah di Universitas Mercu Buana terus berkembang. Akreditasi bukan sekadar pengakuan administratif, tetapi merupakan cerminan dari konsistensi menjaga mutu proses ilmiah dan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan,” ujar Prof. Andi Adriansyah.
Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi pengelola jurnal lainnya untuk terus meningkatkan standar operasional dan kualitas substansi artikel yang diterbitkan, guna mendukung daya saing riset Indonesia di tingkat global. (Z-1)
