2 Dekade Sukma Bangsa dan Mimpi Mencetak Pemimpin Negeri
Pendiri Yayasan Sukma Bangsa Surya Paloh (tengah).(dok.MetroTV)

SEBAGAI tanah kelahiran pendiri Yayasan Sukma Bangsa, Surya Paloh, Aceh memiliki tempat spesial hingga kapanpun. Sehingga saat terjadi bencana tsunami pada 2004, turut membuatnya berduka. Di masa itu, Surya Paloh dengan berbagai jaringannya, tak kenal lelah membantu masyarakat Aceh. Termasuk memberitakan dan membuka kanal sumbangan. Salah satu yang masih tertinggal dari sumbangan kemanusiaan itu adalah Sekolah Sukma Bangsa, yang kini baru saja merayakan 20 tahun.

Sukma Bangsa adalah sekolah non-komersial, yang kini berada di empat lokasi, yaitu Kabupaten Pidie, Kabupaten Bireuen, Kota Lhokseumawe, dan Kabupaten Sigi. Meski non-komersial, sekolah ini mampu bertahan hingga dua dekade, bahkan meningkatkatkan kualitasnya.

“Dalam peristiwa tsunami, Aceh kehilangan hampir 260 ribu jiwa. Paling tidak Aceh kehilangan 5.000 guru. Tentu ini memberikan efek tersendiri terhadap dunia pendidikan. Sementara saya percaya, bangsa yang ingin besar dan maju, adalah yang mengedepankan nilai edukasi,” ujar Surya Paloh saat hadir di Perayaan 20 Tahun Sukma Bangsa di Aceh, Kamis, (23/7).

“Untuk itulah, saya berpikir, apa yang kita bisa lakukan yang terbaik, yang juga merupakan amal jariyah dalam kehidupan yang saya masih ada dalam dunia ini, yaitu pendidikan dan sekolah Sukma Bangsa, kami bangun,” ungkap Surya menceritakan awal mula Sekolah Sukma Bangsa.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sukma, Lestari Moerdijat, menekankan Sekolah Sukma Bangsa didirikan bukan hanya sebagai tempat mentransfer ilmu pengetahuan. “Sekolah ini dibangun dari luka, duka, dan tangisan. Ini adalah sekolah kehidupan bagi kita semua,” ungkap Lestari, atau akrab disapa Rerie.

Kini, benih yang ditanam 20 tahun lalu telah berbuah manis. Alumni-alumni Sekolah Sukma Bangsa telah tersebar di berbagai belahan dunia. Tidak sedikit dari mereka yang kini menjadi pengajar di universitas-universitas ternama dunia dan menjadi pemimpin di berbagai bidang.

Mereka adalah bukti hidup bahwa pendidikan adalah tindakan optimisme. Sebuah investasi yang hasilnya mungkin tidak dinikmati seketika, namun mampu mengubah arah peradaban.

Dengan semakin meningkatnya kualitas pendidikan yang dimiliki Sekolah Sukma Bangsa saat ini, Surya pun berharap, ke depan Sekolah Sukma Bangsa bisa mencetak para pemimpin negeri. “(Kelak) pemimpin negeri harus ada dari Sekolah Sukma Bangsa,” tambah Surya. (Zak/P-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *