Menteri UMKM: Mayoritas Pengemudi Ojol Pilih Status Pengusaha Mikro
MENTERI Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dalam pertemuan dengan pengemudi ojol di Jakarta, (8/7).(Dok. Kementerian UMKM)

MENTERI Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa mayoritas pengemudi ojek online (ojol) lebih memilih berstatus sebagai pengusaha mikro dibandingkan sebagai pekerja. Hal ini terungkap setelah dirinya berdialog dengan ratusan pengemudi yang mewakili 19 komunitas mitra Gojek, Grab, dan Maxim.

“Saya bertanya kepada teman-teman komunitas dan asosiasi ojol terkait status mereka, apakah ingin menjadi pekerja atau berusaha sebagai pengusaha mikro. Semuanya menginginkan status menjadi pengusaha,” ujar Maman di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta, Rabu (8/7).

Maman menjelaskan, pilihan tersebut didasari keinginan para pengemudi ojol untuk mempertahankan fleksibilitas waktu kerja. Selain itu, status pengusaha mikro memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan unit usaha lain di luar aktivitas sebagai pengemudi ojol.

Akses KUR dan Pemberdayaan Pemerintah

Status sebagai pengusaha mikro dinilai akan membuka pintu bagi pengemudi ojol untuk mengakses berbagai program pemberdayaan pemerintah. Program tersebut meliputi pelatihan kewirausahaan, peningkatan kapasitas, hingga akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menurut Maman, penyaluran KUR bagi pengemudi ojol berpotensi lebih mudah karena rekam jejak aktivitas mereka sudah tercatat dalam ekosistem digital perusahaan aplikasi. Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan mekanisme integrasi data pengemudi dengan sistem SAPA UMKM agar status pengusaha mikro dapat diterapkan secara otomatis.

“Payung hukumnya sedang digodok antara Kementerian Perhubungan, Komdigi, dan Kementerian UMKM melalui Peraturan Presiden (Perpres). Kita mau secepatnya berlaku supaya segera tuntas,” tegasnya.

Suara Komunitas Ojol

Dukungan terhadap status pengusaha mikro juga datang dari para mitra pengemudi. Miming, mitra Gojek dari komunitas Ropunk New Pluit, mengaku kurang setuju jika ojol dikategorikan sebagai pekerja karena adanya batasan waktu.

“Mitra kan sistemnya bebas, fleksibel. Saya berharap ekonomi para ojol lebih baik dengan menjadi pengusaha mikro,” kata Miming.

Senada dengan itu, Pembina komunitas Gajah Mada Trinity sekaligus mitra Grab, Agus Kurniawan, menilai status UMKM akan meningkatkan taraf hidup keluarga pengemudi. Ia menyebut sudah banyak rekan sejawatnya yang berhasil melebarkan sayap ke bidang usaha lain.

Dwi Susanti dari komunitas Maxim Indonesia Bersatu menambahkan bahwa status ini memberikan peluang nyata bagi pengemudi untuk mendapatkan pemasukan tambahan. “Kalau dari ojol jadi pengusaha mikro, bisa mendapat pemasukan tambahan dari buka usaha,” pungkasnya. (Ant/H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *