Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 Pelanggaran Finansial, Klub Liga Primer Siapkan Gugatan
Pemain Manchester City melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang lawan.(AFP/PETER POWELL)

DUNIA sepak bola Inggris diguncang kabar besar setelah Manchester City dilaporkan dinyatakan bersalah atas mayoritas pelanggaran aturan finansial yang dituduhkan kepada mereka. Berdasarkan laporan The Athletic, panel independen telah memutuskan bahwa 114 dari 115 dakwaan yang diajukan oleh Liga Primer Inggris terbukti sah.

Keputusan ini muncul setelah penantian panjang selama 1.327 hari sejak City pertama kali didakwa pada Februari 2023. Investigasi yang memakan waktu empat tahun dan proses persidangan tertutup selama 12 minggu pada akhir 2024 kini mencapai titik krusial yang mengancam eksistensi The Citizens di kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Klub Liga Primer Siapkan Langkah Hukum

Menyusul kabar tersebut, sejumlah klub Liga Primer Inggris dilaporkan telah mencari nasihat hukum terkait kemungkinan mengajukan klaim kompensasi finansial. Klub-klub rival merasa dirugikan secara kompetitif dan finansial selama periode pelanggaran yang dilakukan City antara 2009 hingga 2018.

Seorang sumber eksekutif senior mengungkapkan bahwa klub-klub kemungkinan akan mengajukan klaim individu. Namun, ada pula opsi bahwa proses hukum ini akan dipusatkan melalui pihak liga.

Sebagai perbandingan, kasus Everton yang diwajibkan membayar Rp700 miliar (kurs estimasi dari £35 juta) kepada Burnley akibat pelanggaran PSR menjadi preseden penting dalam tuntutan ganti rugi akibat degradasi atau kerugian kompetisi.

Ancaman Sanksi Berat dan Proses Banding

Meskipun rincian hukuman belum diumumkan secara resmi kepada publik, Manchester City menghadapi ancaman sanksi yang sangat berat, mulai dari denda besar, pengurangan poin yang signifikan, hingga kemungkinan dikeluarkan dari Liga Primer Inggris. Berikut adalah beberapa poin krusial terkait situasi terkini:

  • Banding: Manchester City telah menyatakan akan mengajukan banding atas keputusan tersebut. Pihak klub bersikeras bahwa mereka memiliki bukti kuat yang tidak terbantahkan untuk membela diri.
  • Kontrak Pemain: Muncul kekhawatiran internal karena sejumlah pemain bintang City dilaporkan tidak memiliki klausul pelepasan jika klub terdegradasi akibat sanksi ini.
  • Ketidakpastian: Proses banding diperkirakan akan memakan waktu lama, yang berarti awan mendung ketidakpastian akan terus menyelimuti Liga Primer Inggris dalam beberapa bulan ke depan.
Rincian 115 Dakwaan Manchester City:








54x Kegagalan memberikan informasi keuangan akurat (2009-2018).
14x Kegagalan memberikan detail akurat pembayaran pemain dan manajer.
5x Kegagalan mematuhi aturan UEFA termasuk Financial Fair Play (FFP).
7x Pelanggaran aturan Profitability and Sustainability (PSR) Liga Primer.
35x Kegagalan bekerja sama dalam investigasi Liga Primer (2018-2023).

Warisan yang Terancam

Selama periode yang dipermasalahkan, Manchester City memenangkan delapan trofi utama, termasuk tiga gelar Liga Primer Inggris di bawah asuhan Roberto Mancini dan Manuel Pellegrini. Kasus ini juga mencakup dua tahun pertama kepemimpinan Pep Guardiola.

Dalam pernyataan resminya, Manchester City menegaskan bahwa proses hukum masih berlangsung dan bersifat rahasia. Mereka menuduh adanya pengaruh partisan dalam penanganan kasus ini dan menyatakan telah menghormati proses yang berjalan selama delapan tahun terakhir.

Saat ini, posisi manajer tim utama dipegang oleh Enzo Maresca, yang harus menahkodai tim di tengah badai hukum terbesar dalam sejarah sepak bola modern Inggris. (bbc/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *