Pidato Donald Trump di Gunung Rushmore Tandai Pembukaan Perayaan Ulang Tahun AS ke-250
Presiden Donald Trump memulai perayaan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat di Gunung Rushmore di tengah isu perpecahan nasional dan tantangan cuaca ekstrem.(White House)

PRESIDEN Donald Trump mendatangi Gunung Rushmore pada Jumat (3/7) untuk membuka rangkaian perayaan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat. Ia menyampaikan pidato tepat di kaki monumen ikonik yang menampilkan ukiran wajah empat presiden legendaris pendahulunya.

Sebelum kedatangan sang presiden, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan kepada wartawan bahwa pidato Trump akan bernada “menginspirasi dan optimis” serta berfokus pada tema makna menjadi seorang warga Amerika.

Ia menambahkan bahwa pernyataan tersebut juga akan “berfungsi sebagai teguran keras terhadap Komunisme,” sebuah tema yang berulang kali digaungkan presiden dalam beberapa pekan terakhir.

Di tengah momentum besar ini, politisi Republik berusia 80 tahun tersebut dinilai berusaha menjadikan peringatan besar Amerika Serikat sebagai ajang perayaan bagi dirinya sendiri. Lokasi pidato ini dinilai simbolis bagi Trump yang menganggap dirinya sebagai salah satu pemimpin besar. Bahkan, para pendukung Trump telah mengajukan undang-undang agar wajahnya ikut dipahat di samping George Washington, Thomas Jefferson, Abraham Lincoln, dan Theodore Roosevelt.

“Trump menyukai sorotan, dan saya pikir dia mencoba mengambil sorotan tersebut,” ujar Peter Loge, Direktur School of Media di George Washington University kepada AFP.

Namun, perayaan nasional ini berlangsung di tengah kondisi Amerika Serikat yang sedang mengalami pembelahan politik. Tingkat kepuasan publik terhadap Trump mendekati posisi terendah yang dipicu oleh konflik di Iran dan lonjakan biaya hidup.

Dalam penampilannya di siniar (podcast) Ibu Negara Kedua Usha Vance pada Jumat, Trump menyinggung rasa perpecahan nasional tersebut saat ditanya mengapa anak-anak harus merayakan ulang tahun AS.

“Kita memiliki negara yang hebat. Kita memiliki negara yang saat ini sedang berada di bawah sedikit tekanan,” ujarnya. “Ini bisa berjalan ke satu arah atau arah lain, Anda memahami itu, tetapi kita akan menuju ke arah yang lain.”

Selain isu politik, perayaan ini juga menghadapi tantangan teknis. Acara “Great American State Fair” di ibu kota sepi pengunjung dan mendapat cundangan karena stan yang kosong, ditambah adanya gelombang panas ekstrem. Kendati demikian, Trump menyatakan tidak gentar dengan cuaca panas tersebut.

“Pada tanggal 4 Juli nanti suhu akan berkisar 107 derajat Fahrenheit (41 derajat Celsius), dan saya akan pergi ke sana dan menyampaikan pidato yang sangat panjang, hanya untuk menunjukkan saya bisa melakukan apa saja,” kata Trump, Rabu.

Di sisi lain, survei terbaru dari Quinnipiac University menunjukkan 61% warga Amerika menilai AS belum memenuhi cita-cita yang tertuang dalam Deklarasi Kemerdekaan. Kini, Trump kian gencar menggunakan momentum hari jadi ke-250 ini sebagai panggung untuk menggalang dukungan politik menjelang pemilihan paruh waktu pada November mendatang. (AFP/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *