
GELOMBANG panas ekstrem melanda wilayah Pantai Timur dan Midwest Amerika Serikat, memaksa penutupan sementara festival Great American State Fair di National Mall, Washington DC. Langkah ini diambil di tengah rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan AS 4 Juli yang menandai ulang tahun ke-250 negara tersebut.
Pihak penyelenggara, Freedom 250, memutuskan untuk menutup festival pada siang hari dan baru membukanya kembali pada pukul 17.00 waktu setempat saat kondisi cuaca membaik.
“Keselamatan dan kesejahteraan para tamu, sukarelawan, pengisi acara, vendor, dan staf adalah prioritas tertinggi kami,” ujar pihak penyelenggara.
Berdasarkan data Layanan Cuaca Nasional AS (NWS), lebih dari 165 juta orang terdampak oleh rekor suhu tinggi ini. Di Washington DC dan Philadelphia, suhu udara diperkirakan melonjak hingga mencapai 40 derajat Celsius, mendekati rekor tertinggi sepanjang sejarah. Sementara itu, indeks panas, kelembapan yang membuat udara terasa lebih panas, diprediksi menembus 44 derajat Celsius.
Dampak Terhadap Rangkaian Acara Hari Kemerdekaan
Cuaca panas yang berbahaya ini mengacaukan berbagai aktivitas luar ruangan tradisional seperti parade dan konser. Departemen Pemadam Kebakaran dan Layanan Medis Darurat (EMS) DC melaporkan telah menangani beberapa warga yang mengalami penyakit akibat sengatan panas di sekitar National Mall.
Beberapa penyesuaian jadwal acara terpaksa dilakukan:
- Konser ‘A Capitol Fourth’: Polisi Capitol AS menunda waktu masuk bagi publik yang semula dijadwalkan pukul 15.00 menjadi pukul 19.00 waktu setempat.
- Pesta Kembang Api: Akses masuk ke National Mall diundur ke pukul 17.00, dengan jadwal peluncuran kembang api yang digeser lebih malam menjadi pukul 22.30.
- Pembatalan Parade di Philadelphia: Penyelenggara membatalkan Salute to Independence Semiquincentennial Parade demi keselamatan publik. CEO Wawa Welcome America, Michael DelBene, menyatakan, “Meski keputusan ini menyakitkan bagi organisasi kami, kami tidak bisa menggelar acara sebesar ini di bawah kondisi panas yang berbahaya.”
Meskipun demikian, beberapa agenda besar tetap berjalan sesuai rencana. Presiden Donald Trump tetap dijadwalkan berpidato di luar ruangan pada hari Sabtu. Dalam kelakarnya, Trump mengatakan, “Saya akan berpidato dengan sangat panjang hanya untuk menunjukkan bahwa saya bisa melakukan apa saja.”
Ancaman Badai dan Dampak di Kanada
Di New York City, suhu udara sempat menyentuh 38 derajat Celsius, menjadikannya hari terpanas sejak 2012. Walikota New York City, Zohran Mamdani, memperingatkan, “Ini adalah kondisi yang sangat berbahaya.”
NWS memperkirakan cuaca panas ekstrem ini akan segera disusul ancaman badai petir parah di wilayah Midwest hingga Great Lakes. Badai tersebut berpotensi membawa angin merusak, banjir bandang, hingga tornado.
Kondisi serupa juga melanda negara tetangga, Kanada. Wilayah Ontario dan Quebec mengalami gelombang panas serupa dengan suhu mencapai pertengahan 30 derajat Celsius. Badai petir yang menyertai cuaca ekstrem ini bahkan memutus aliran listrik bagi lebih dari 137.000 pelanggan Hydro-Québec akibat hantaman angin kencang dan sambaran petir. (BBC/Z-2)
