Musikal Senja Teduh Pelita Angkat Kisah Fiksi Ilmiah dengan Lagu Maliq & D'Essentials
‎Teater musikal Senja Teduh Pelita(MI/Rifaldi Putra Irianto)

‎TEATER musikal Senja Teduh Pelita resmi memulai rangkaian pertunjukannya, adalah sebuah musikal yang menghadirkan kisah science fiction yang dibalut dengan lagu-lagu pilihan grup musik Maliq & D’Essentials.

‎‎Sebanyak 32 pemeran, di mana 11 di antaranya adalah anak-anak, serta 200 insan kreatif terlibat dalam pagelaran tersebut. Berlangsung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 3 – 12 Juli 2026.

‎”Kisah yang terjadi di Musikal Senja Teduh Pelita adalah sebuah universe yang lahir dari inspirasi atas kejeniusan bunyi dan aksara khas Maliq & D’Essentials yang indah, dekat, dan penuh refleksi atas hidup yang kita jalani,” kata Produser sekaligus Sutradara Musikal Senja Teduh Pelita, Nuya Susantono, dalam keterangan pers yang diterima, Jumat (3/7).

Sinopsis

‎Musikal Senja Teduh Pelita membawa penonton ke masa depan ketika dunia porak-poranda akibat perubahan iklim, pengelolaan energi dan pembangunan yang tidak berkelanjutan, pandemi, serta peperangan antarbangsa.

Populasi manusia menurun drastis, tanah subur dan air bersih menjadi langka, hingga suatu hari seluruh orang dewasa menghilang dan meninggalkan sembilan anak menghadapi dunia yang telah mereka wariskan. 

‎Di tengah situasi tersebut, seorang anak bernama Arah, yang diperankan secara bergantian oleh Alf Elijah Sigarlaki dan Daria Lakshmi Algamar, membentuk Pasukan Pelita, sekelompok anak dengan kemampuan yang saling melengkapi untuk bertahan hidup sekaligus mencari orang tua mereka yang menghilang.

‎”Karakter Arah menjadi cerminan bahwa di dalam diri kita ada cinta besarnya Arah yang akan melakukan apapun untuk orang yang disayanginya. Dalam diri kita pula ada Kala (karakter yang diperankan Xandrea Tabythaputri dan Clioichi Junio Eigo), yang berani berpikir kritis akan apa itu benar dan salah. Dan kita semua adalah Pasukan Pelita yang terus bertahan dan berjuang merawat kehidupan,” terang Nuya.

‎Sekitar 20 lagu MALIQ & D’Essentials, termasuk Senja Teduh Pelita, Himalaya, Aurora, Jalan Pulang, hingga lagu dari album baru Begini Begitu, diinterpretasikan menjadi bagian dari perjalanan emosional para tokohnya.  

Rumah Baru untuk Karya Maliq & D’essentials

‎Mewakili Maliq & D’Essentials, Angga Puradiredja mengatakan bahwa musikal Senja Teduh Pelita selayaknya rumah baru bagi lagu-lagu mereka. Membuat lagu-lagu itu tidak lagi hanya hadir untuk didengar, tapi juga untuk dilihat, dirasakan, dan dihidupkan dalam sebuah dunia yang baru.

‎”Mungkin memang begitulah seharusnya karya hidup. Ia tidak berhenti di bentuk pertamanya. Semoga pertunjukan ini menjadi ruang yang hangat untuk bertemu kembali dengan lagu-lagu yang mungkin sudah kita kenal, melalui pengalaman yang berbeda. Dan semoga, setelah pertunjukan ini selesai, lagu-lagu itu pulang bersama kalian dengan cara dan rasa yang baru,” jelas Angga.

‎Dipersembahkan oleh Indonesia Kaya dan Jakarta Movin berkolaborasi dengan Maliq & D’Essentials, Pertunjukan tersebut bisa jadi pilihan hiburan di momen libur sekolah Tiket pertunjukan masih tersedia dan dapat diperoleh melalui website resmi mereka. (Rif)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *