Waspada Gangguan Ginjal pada Kucing: Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahan
Ilustrasi(magnific)

GANGGUAN ginjal kini tercatat sebagai penyakit kronis yang paling sering menyerang kucing usia lanjut. Prevalensinya bahkan melampaui penyakit umum lainnya seperti diabetes dan gangguan jantung.

Masalah kesehatan ini mencakup penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD) serta batu ginjal (nefrolitiasis) yang dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Pakar Genetika Ekologi IPB University, Prof Ronny Rachman Noor, menjelaskan bahwa pemicu gangguan ginjal pada kucing sangat beragam.

“Gangguan ginjal dapat disebabkan oleh toksin seperti bunga lili, antifreeze, dan obat-obatan manusia, hingga infeksi, trauma, serta komplikasi penyakit lain seperti hipertiroidisme dan hipertensi,” ujar Prof Ronny dalam keterangannya, Jumat (3/7).

Mengenali Gejala yang Tersembunyi

Salah satu tantangan terbesar dalam menangani penyakit ini adalah sifatnya yang berkembang secara perlahan. Gejala biasanya baru terlihat jelas saat fungsi ginjal sudah menurun secara signifikan. Prof Ronny menekankan pentingnya pemilik kucing untuk peka terhadap perubahan sekecil apa pun pada perilaku hewan peliharaan mereka.







Kategori Gejala Tanda-Tanda Klinis
Kebiasaan Minum & Urin Sering minum (polidipsi), perubahan pola buang air kecil.
Fisik & Penampilan Penurunan berat badan, mata cekung, kulit kurang elastis, gusi kering.
Pencernaan & Aroma Muntah, masalah pencernaan, napas berbau amonia.

Ia menyarankan agar pemilik kucing, terutama yang memiliki peliharaan di atas usia tujuh tahun, melakukan tes darah dan urine secara rutin. “Pantau perubahan pola minum dan buang air kecil. Jika ada peningkatan signifikan, segera konsultasi dengan dokter hewan,” tambahnya.

Langkah Pencegahan dan Penanganan

Untuk menjaga kesehatan ginjal kucing, Prof Ronny membagikan beberapa langkah preventif yang bisa dilakukan di rumah:

  • Hidrasi Maksimal: Sediakan air segar atau gunakan water fountain untuk menarik minat kucing minum. Pemberian makanan basah (wet food) juga sangat disarankan untuk meningkatkan asupan cairan.
  • Pemeriksaan Rutin: Lakukan cek darah dan urine setiap 3–6 bulan sekali. Penggunaan ultrasonografi (USG) juga dianjurkan untuk mendeteksi keberadaan batu ginjal sejak dini.
  • Hindari Obat Manusia: Jangan pernah memberikan obat manusia seperti parasetamol atau ibuprofen kepada kucing karena bersifat racun (toksik).

Jika kucing sudah didiagnosis menderita gangguan ginjal, penanganan cepat menjadi kunci kualitas hidup yang lebih baik. Prof Ronny menjelaskan bahwa dokter hewan biasanya akan menyesuaikan diet berdasarkan jenis gangguan yang dialami.







Kondisi Rekomendasi Penanganan
Penyakit Ginjal Kronis (CKD) Diet rendah fosfor, protein berkualitas tinggi, terapi cairan subkutan.
Batu Ginjal Diet pelarut struvite sesuai anjuran dokter.
Komplikasi Lain Obat antihipertensi, suplemen anemia, atau antibiotik untuk infeksi.

“Diagnosis yang cepat, penyesuaian diet, dan terapi yang tepat dapat membantu kucing hidup lebih lama dan tetap nyaman. Semua itu dilakukan demi menjaga kesehatan hewan peliharaan dengan perhatian dan perawatan terbaik,” pungkas Prof Ronny. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *