Berikut Satu Tindakan yang Dapat Mencegah Penyakit Gusi
Ilustrasi.(Magnific)

PENYAKIT gusi sering kali menjadi masalah kesehatan yang terabaikan hingga kondisinya mencapai tahap parah. Padahal, menurut seorang ahli gigi, langkah pencegahan yang paling efektif ternyata sangat sederhana dan bisa dilakukan oleh siapa saja di rumah.

Berdasarkan data dari Gumdisease.com, sekitar 47 persen orang dewasa di Amerika Serikat yang berusia 30 tahun ke atas menderita beberapa bentuk penyakit gusi. Meskipun prevalensinya sangat tinggi, kebingungan mengenai cara penanganan dan pencegahannya masih sangat luas di masyarakat.

Kunci Utama: Pembersihan Plak Harian

Dr. Soumaya Zinet mengungkapkan bahwa pencegahan yang paling efektif adalah hal yang paling mendasar. Kepada Newsweek, ia menegaskan bahwa jika harus memilih satu hal terpenting untuk mencegah penyakit gusi, jawabannya Ialah pembersihan plak harian yang efektif.

Secara alami, bakteri hidup di dalam mulut yang sehat. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), bakteri ini terus-menerus membentuk lapisan lengket yang dapat dilepas pada gigi yang dikenal sebagai plak. Masalah muncul ketika plak ini tidak dibersihkan secara rutin.

“Plak adalah akar penyebab penyakit gusi. Salah satu tantangan terbesarnya adalah penyakit gusi sering kali muncul tanpa gejala atau ‘diam’,” ujar Zinet. Ia menambahkan bahwa banyak pasien tidak merasakan sakit dan menganggap gusi berdarah sebagai hal normal, padahal gusi yang sehat seharusnya tidak berdarah.

Dari Gingivitis ke Periodontitis

Jika plak tidak dibersihkan, lapisan tersebut akan menumpuk dan mengiritasi gusi, menyebabkan peradangan yang dikenal sebagai gingivitis. Pada tahap ini, menyikat gigi dan menggunakan benang gigi (flossing) masih dapat menghilangkannya.

Namun, jika dibiarkan, plak akan mengeras menjadi karang gigi (tartar) yang tidak bisa hilang hanya dengan sikat gigi biasa dan memerlukan pembersihan profesional oleh dokter gigi. Jika terus berlanjut, bakteri dapat masuk ke bawah garis gusi dan membentuk kantong periodontal.

Di sinilah bakteri melepaskan toksin yang memperburuk peradangan. Pada akhirnya ini dapat menghancurkan jaringan gusi dan menyebabkan pengeroposan tulang, kondisi yang dikenal sebagai periodontitis.

Gejala Penyakit Gusi yang Harus Diwaspadai (Sumber: CDC):

  • Gusi merah, bengkak, atau lunak.
  • Gusi berdarah saat menyikat gigi atau flossing.
  • Gusi yang menyusut atau menjauh dari gigi.
  • Gigi goyang atau menjadi sensitif.
  • Nyeri saat mengunyah.
  • Perubahan pada posisi gigi saat menggigit.

Pentingnya Deteksi Dini

Kabar baiknya, pada tahap awal, penyakit gusi sering kali bersifat reversibel atau dapat disembuhkan kembali. Namun, Dr. Zinet memperingatkan bahwa begitu tulang dan jaringan pendukung hilang, kerusakan tersebut bisa menjadi permanen dan menyebabkan kehilangan gigi.

Selain kesehatan mulut, penyakit gusi yang tidak terkelola juga dikaitkan dengan risiko kondisi kesehatan kronis lainnya, termasuk penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, meluangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk membersihkan plak secara menyeluruh–menyikat gigi dua kali sehari dan membersihkan sela gigi–merupakan investasi besar bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. (I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *