
Presiden Prabowo Subianto mendorong Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mengadopsi paradigma baru sebagai ‘perbankan patriotik. Langkah ini bertujuan memperluas akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mempercepat pemerataan ekonomi nasional tanpa mengabaikan prinsip bisnis yang sehat.
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Muhammad Qodari menjelaskan bahwa Presiden menekankan peran strategis sektor perbankan sebagai penggerak ekonomi yang manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
“Presiden menginginkan Himbara menjadi apa yang disebut sebagai perbankan patriotik. Konsepnya adalah bank-bank milik negara tidak semata-mata diukur dari besarnya laba, melainkan kontribusinya dalam menciptakan pemerataan ekonomi,” ujar Qodari dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (23/6/2026).
Proaktif Menjangkau Sektor Produktif
Dalam arahannya, Presiden Prabowo meminta Himbara tidak hanya menunggu calon debitur di kantor cabang, tetapi lebih proaktif turun ke lapangan untuk memahami kebutuhan pelaku usaha. Hal ini diharapkan dapat membuka akses pembiayaan yang lebih adil bagi seluruh lapisan masyarakat.
Meski mendorong penguatan fungsi sosial, pemerintah memastikan bahwa bank-bank pelat merah tetap dikelola secara profesional. “Mandat memperkuat peran sosial dan ekonomi tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dan tata kelola yang baik,” tegas Qodari.
Potret Kredit UMKM Himbara
Berdasarkan data yang dihimpun, Himbara saat ini merupakan penyalur kredit UMKM terbesar di Indonesia. Hingga Juni 2025, total kredit yang disalurkan bank-bank Himbara mencapai sekitar Rp3.714 triliun. Namun, proporsi penyaluran kredit UMKM antarbank masih menunjukkan variasi yang signifikan:
| Bank Himbara | Proporsi Kredit UMKM |
|---|---|
| PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk | 81,97% |
| PT Bank Mandiri (Persero) Tbk | 20% – 22% |
| PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk | 20% – 22% |
| PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | 13% – 15% |
Secara nasional, porsi kredit UMKM perbankan Indonesia berada di angka 18,93% per Maret 2025. Angka ini masih di bawah target jangka panjang pemerintah yang mematok porsi kredit UMKM sebesar 30% dari total kredit perbankan nasional.
CEO Danantara Rosan Roeslani sebelumnya mencatat bahwa dalam periode 2025–2026, pertumbuhan penyaluran kredit perbankan ke masyarakat, termasuk UMKM, tumbuh rata-rata 15%. Dengan arahan terbaru dari Presiden Prabowo, diharapkan kekuatan ekonomi negara melalui Himbara dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
