Ayah Wajib Hadir untuk Anak, bukan Sekadar Mencari Nafkah
ilustrasi(Antara)

Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono mengingatkan bahwa anak-anak tidak terlalu peduli dengan jabatan, pangkat, maupun capaian karier orangtuanya. Yang paling mereka butuhkan, ucapnya, adalah kehadiran ayah dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak sebenarnya tidak terlalu peduli betapa banyak rapat yang kita hadiri, betapa besar kekayaan yang kita miliki. Yang lebih diingat oleh anak-anak adalah seberapa kali kita hadir ketika mereka membutuhkan kita,” kata Budi, dalam acara kelas Gerakan Ayah Teladan, Senin (22/6). 

Menurut dia, tema Hari Keluarga Nasional 2026, yakni Ayah Wajib Hadir, harus dimaknai secara substantif, bukan sekadar kehadiran fisik. Ia menilai banyak orang tua yang sangat disiplin memenuhi kewajiban pekerjaan, namun sering kali mengabaikan kebutuhan emosional anak.

“Kita sangat responsif terhadap pesan pimpinan, tetapi ketika anak berkata, ‘Yah, lihat gambarku’, sering kali kita menjawab, ‘Nanti dulu, ayah sedang urusan penting’,” ujarnya.

Budi menegaskan bahwa tidak ada sistem absensi yang mencatat kehadiran seorang ayah di rumah. Namun, kehadiran tersebut justru sangat menentukan masa depan anak. Ia juga menyoroti berbagai persoalan remaja seperti tawuran, seks bebas, hingga kekerasan jalanan yang menurutnya tidak lepas dari minimnya pendampingan dan pengarahan dari keluarga.

Sebagai contoh, Budi mengisahkan Mugiono, seorang penarik becak asal Kendal, Jawa Tengah, yang berhasil mengantarkan putrinya hingga meraih pendidikan doktoral di Inggris dan menjadi akademisi.

“Keberhasilan seorang ayah bukan hanya diukur dari jabatan, pangkat, atau penghargaan yang diraih, tetapi dari bagaimana ia hadir mendampingi anak-anaknya,” katanya.

Budi berharap para ayah tidak hanya hadir saat pembagian rapor atau ketika dimintai biaya sekolah, tetapi juga hadir secara emosional dalam setiap fase kehidupan anak.

“Ketika kita pensiun, jabatan akan berganti, kartu ASN tidak berlaku lagi. Tetapi peran sebagai ayah akan terus melekat seumur hidup,” tandasnya. (E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *