
KEMAMPUAN berbahasa Inggris kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan keterampilan fundamental yang menentukan daya saing individu di pasar kerja global. Namun, di tengah keterhubungan dunia yang kian erat, masyarakat Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam penguasaan bahasa internasional ini.
Berdasarkan data terbaru dari EF English Proficiency Index (EPI) 2025, posisi Indonesia masih memerlukan perhatian serius. Berikut adalah ringkasan posisi kompetensi bahasa Inggris Indonesia di tingkat global:
| Indikator | Data / Posisi |
|---|---|
| Peringkat Global | 80 dari 123 Negara |
| Kategori Kemampuan | Rendah (Low Proficiency) |
| Tahun Data | 2025 |
Peringkat tersebut menjadi pengingat penting bagi pemangku kepentingan dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di kancah internasional.
Di era ekonomi digital, keterbatasan bahasa berpotensi membatasi akses terhadap pengetahuan, sertifikasi profesional, hingga kolaborasi lintas negara.
Menuju Indonesia Emas 2045
Johan Wilhelmsson, President Director EF EFEKTA English for Adults, menekankan bahwa penguasaan bahasa asing merupakan bagian integral dari visi pembangunan nasional.
“Peningkatan kualitas pendidikan, termasuk penguasaan bahasa asing, adalah solusi untuk membuka peluang karier di perusahaan multinasional maupun industri digital,” ujarnya.
Upaya ini dinilai sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, yang menempatkan pengembangan SDM unggul sebagai prioritas utama. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan metode pembelajaran yang adaptif terhadap gaya hidup masyarakat modern yang memiliki mobilitas tinggi.
Inovasi Pembelajaran Berbasis AI dan Hybrid
Menjawab kebutuhan profesional muda, EF EFEKTA memperkenalkan konsep “All in One Course”. Metode ini menggabungkan fleksibilitas digital dengan efektivitas interaksi langsung. Beberapa fitur unggulan dalam ekosistem pembelajaran ini meliputi:
- Teknologi AI: Digunakan untuk personalisasi materi, memantau perkembangan secara real-time, dan memberikan umpan balik instan.
- Model Hybrid: Kombinasi kelas tatap muka, sesi privat daring, dan kelas internasional yang mempertemukan peserta dari berbagai negara.
- Platform Digital Interaktif: Memudahkan akses belajar dari mana saja, menyesuaikan dengan ritme kerja hybrid saat ini.
Stefany Yacop Tjahyadi, Sales & Marketing Director EF EFEKTA, menambahkan bahwa teknologi telah mengubah cara jutaan orang belajar.
“Kami ingin memastikan masyarakat Indonesia dapat mengakses pendidikan berkualitas dengan cara yang lebih fleksibel dan relevan dengan perkembangan zaman,” tuturnya.
Inspirasi dari EF Ambassador 2026
Sebagai langkah nyata memotivasi masyarakat, EF EFEKTA baru saja memperkenalkan 10 siswa terpilih sebagai EF Ambassador 2026. Berasal dari beragam latar belakang profesi, para duta ini menjadi bukti nyata bagaimana peningkatan kemampuan bahasa Inggris mampu membuka pintu peluang baru dalam karier dan pengembangan diri.
Pada akhirnya, kolaborasi antara sektor swasta, institusi pendidikan, dan pemerintah menjadi kunci. Dengan akses pembelajaran yang lebih luas dan berkualitas, generasi Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi pemain aktif dalam ekonomi berbasis pengetahuan di tingkat global. (Z-1)
