Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Padang, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Mentawai
Ilustrasi(magnific)

WILAYAH Kota Padang dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik pada Minggu (21/6) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa berkekuatan magnitudo 4,7 tersebut terjadi pada pukul 09.33 WIB, namun dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, mengungkapkan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, peristiwa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal. Pemicunya adalah aktivitas Sesar Mentawai yang berada di perairan Sumatera Barat.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan gempa tektonik dangkal akibat aktivitas Sesar Mentawai,” ujar Suaidi dalam keterangan resminya, Minggu (21/6).

Detail Parameter Gempa

Berikut adalah rincian data teknis terkait gempa yang mengguncang wilayah Sumatera Barat pagi ini:










Parameter Keterangan
Waktu Kejadian 09.33 WIB
Magnitudo 4,7
Lokasi Episenter 71 km Barat Daya Kota Padang
Koordinat 1,25 LS dan 99,80 BT
Kedalaman 24 Kilometer
Potensi Tsunami Tidak Berpotensi

Dampak Guncangan dan Wilayah Terdampak

Guncangan gempa dirasakan dengan intensitas yang beragam di sejumlah wilayah. Di Kota Padang, Pariaman, dan Kepulauan Mentawai, getaran dirasakan pada skala II-III MMI. Pada skala ini, benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan getaran terasa nyata di dalam rumah, menyerupai getaran truk besar yang melintas.

Sementara itu, wilayah lain seperti Padang Panjang, Bukittinggi, Solok, Mukomuko, hingga Pasaman Barat merasakan getaran lebih lemah dengan skala I-II MMI.

Catatan BMKG: Hingga beberapa menit setelah gempa utama, BMKG mencatat adanya satu kali gempa susulan (aftershock). Sejauh ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Imbauan untuk Masyarakat

Suaidi Ahadi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ia menekankan pentingnya merujuk pada kanal informasi resmi milik BMKG, baik melalui aplikasi InfoBMKG, situs web, maupun media sosial terverifikasi.

“Masyarakat diharapkan tetap tenang. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan,” pungkasnya.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa Sumatera Barat merupakan wilayah aktif kegempaan yang dipengaruhi oleh zona subduksi Mentawai serta keberadaan sejumlah sesar aktif di daratan Sumatra. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *