Pelatihan Digital Marketing Jadi Kunci Dorong Daya Saing UMKM di Tengah Persaingan Ekonomi
Ilustrasi(Dok Istimewa)

TRANSFORMASI digital semakin membuka peluang baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.

Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, kemampuan memanfaatkan media sosial, marketplace, dan strategi pemasaran berbasis konten menjadi faktor penting untuk memenangkan persaingan usaha.

Namun, tantangan UMKM tidak hanya soal pemasaran. Banyak pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam menghitung biaya produksi dan menentukan harga jual yang kompetitif. Padahal, kedua aspek tersebut menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan bisnis dan meningkatkan profitabilitas usaha.

Menjawab tantangan itu, Universitas Pancasila (UP) menggelar pelatihan digital marketing dan perhitungan biaya produksi di Pondok Pesantren Daarul Hawariyyin di Kampung Bulak, Desa Nanggerang, Kabupaten Bogor, pada 13 dan 20 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti para ustaz, ustazah, dan santri yang aktif mengembangkan UMKM berbasis olahan ikan lele di lingkungan pesantren.

Ketua Pondok Pesantren Daarul Hawariyyin Ustaz Ahmad Furqon menyambut positif program tersebut. Menurutnya, penguasaan teknologi digital menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha agar mampu menjangkau pasar lebih luas.

“Kami sangat menyambut baik pelatihan ini dan berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut. Semoga para ustaz, ustazah, dan santri semakin mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan hasil usaha pesantren dan membuka peluang penjualan yang lebih besar,” ujarnya.

Pelatihan menghadirkan tim akademisi UP yang dipimpin Nur Yulianti Hidayah, didampingi Dino Rimantho dan Dewi Kurniawati, serta melibatkan mahasiswa dari Program Studi Teknik Industri dan Manajemen.

Materi yang diberikan mencakup strategi digital marketing, pemanfaatan media sosial dan marketplace sebagai sarana promosi, pembuatan konten kreatif, hingga teknik menghitung biaya produksi dan menentukan harga jual yang kompetitif.

Tidak hanya teori, peserta mendapatkan pengalaman praktik langsung. Mereka diajak membuat konten promosi berupa foto, video, dan narasi pemasaran, sekaligus mempelajari visual storytelling guna meningkatkan daya tarik produk di platform digital.

Selain itu, peserta dilatih memahami struktur biaya usaha sehingga mampu menetapkan harga sesuai dengan kondisi pasar tanpa mengabaikan aspek keuntungan. Kemampuan ini dinilai penting untuk memperkuat fondasi bisnis dan meningkatkan daya saing UMKM di tengah persaingan yang semakin ketat.

Nur Yulianti Hidayah berharap kegiatan sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang didanai melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Risbang Diktisaintek 2026 tersebut dapat menciptakan pelaku usaha yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memperkuat ekonomi lokal berbasis kewirausahaan.

“Lewat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, transformasi digital di tingkat akar rumput diharapkan semakin cepat terwujud. Dengan dukungan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, UMKM lokal berpeluang naik kelas dan memanfaatkan besarnya potensi ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang,” papar Nur. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *