PENANTIAN panjang suporter timnas Inggris untuk menyaksikan aksi The Three Lions di Piala Dunia 2026 akhirnya segera berakhir. Namun, antusiasme tersebut dibayangi oleh isu miring terkait melonjaknya harga tiket pertandingan pembuka melawan timnas Kroasia yang akan digelar di Dallas Stadium pada Kamis (18/6) WIB.
Meskipun turnamen telah bergulir selama enam hari, laga perdana timnas Inggris ini menjadi salah satu yang paling dinanti. Namun, laporan dari lapangan menunjukkan adanya keresahan besar di kalangan suporter terkait biaya yang harus dikeluarkan untuk memberikan dukungan langsung di stadion.
Lonjakan Harga di Pasar Resale
Berdasarkan data yang dihimpun, alokasi resmi sebanyak 4.022 tiket melalui England Supporters’ Travel Club (ESTC) telah habis terjual. Masalah muncul ketika tiket-tiket tersebut muncul kembali di situs resale resmi FIFA dengan harga yang sangat fantastis, jauh melampaui harga aslinya.
Sebagai perbandingan, pada Piala Dunia Qatar, empat tahun lalu, tiket fase grup dipatok pada kisaran £68,50 hingga £219. Namun, untuk laga Inggris vs Kroasia di Dallas, harga resmi melonjak menjadi £198 (sekitar Rp4,1 juta) hingga £523 (sekitar Rp10,9 juta). Di pasar sekunder, situasinya jauh lebih parah.
| Kategori Tiket | Harga Awal (Est.) | Harga Resale Terbaru |
|---|---|---|
| Kategori 1 | £523 | £1,310 (Rp27,3 Juta) |
| Kategori 2 | £373 | £1,254 (Rp26,1 Juta) |
| Kategori 3 | £198 | £1,311 (Rp27,3 Juta) |
Bahkan, ditemukan tiket kategori ‘supporter standard’ yang dijual seharga £3,192. Jika ditambah biaya administrasi FIFA sebesar 15%, totalnya mencapai £3,671 atau sekitar Rp76,5 juta. Angka ini hampir sepuluh kali lipat dari harga asli yang dibayarkan pembeli pertama.
Ekspektasi Kehadiran Suporter
United Kingdom Football Policing Unit (UKFPU) memperkirakan sekitar 12.000 hingga 15.000 suporter Inggris akan hadir di setiap pertandingan fase grup. Secara total, terdapat 89.000 tiket yang telah dibeli oleh penggemar asal Inggris untuk seluruh rangkaian turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Namun, tingginya biaya hidup di Dallas juga menjadi keluhan tambahan.
“Rasanya seperti sedang diperas. Harga bir mencapai US$20 dan makanan lebih dari US$30,” ujar Michael, salah satu suporter yang ditemui di Dallas. Ia menyebutkan bahwa biaya tiket saja sudah setara dengan harga tiket terusan (season ticket) klub di Inggris.
Dallas Stadium akan menjadi saksi perjuangan perdana skuad asuhan Gareth Southgate. Meskipun kendala biaya membayangi, ribuan suporter tetap nekat terbang ke Amerika Serikat, bahkan banyak yang datang tanpa memegang tiket demi merasakan atmosfer Piala Dunia.
Thomas Concannon dari Football Supporters’ Association menyatakan bahwa banyak penggemar yang menunda pembelian dengan harapan harga akan turun, namun kenyataannya stok tiket di situs resmi justru semakin menipis dan harganya terus merangkak naik. Fenomena ini memicu kekhawatiran bahwa suporter kelas pekerja mulai terpinggirkan dari turnamen sepak bola terbesar di dunia ini. (bbc/Z-1)
