
BAGI sebagian orang, perjalanan lintas kota bukan sekadar ajang berpindah tempat, melainkan tentang merajut kembali sebuah memori. Salah satu kenangan yang mungkin masih terngiang bagi sebagian masyarakat adalah kenangan akan Kereta Parahyangan yang mulai beroperasi dan melegenda sejak 31 Juli 1971, pada masanya, kereta itu jadi andalan banyak masyarakat untuk wara-wiri berkunjung ke kota Kembang, Bandung.
Kenangan itu kini dihidupkan kembali melalui program istimewa bertajuk Nostalgic Parahyangan Escape, lewat kolaborasi antara Plataran Indonesia, KAI Wisata, dan Whoosh, menyulap perjalanan Jakarta-Bandung menjadi pelarian eksklusif yang memadukan warisan budaya, sejarah, dan kuliner khas Nusantara.
“Kalau kita bicara mengenai sejarah, kereta Parahyangan ini saya ingat pada waktu zaman tahun sekitar tahun 1970-80an itu sangat terkenal, saat ini kenangan dengan kereta Parahyangan kami hidupkan kembali namun bukan lagi sebagai moda transportasi, tapi kini menjadi moda pariwisata,” ucap Founder Plataran Yozua Makes.
Nostalgia di kota Kembang
Media Indonesia berkesempatan langsung merasakan keseruan menelusuri romantisme masa lalu bersama Nostalgic Parahyangan Escape beberapa waktu lalu Sabtu (6/6), perjalanan seru itu berlangsung dari pagi hingga malam, kami diajak menjelajah perjalanan Jakarta-Bandung menggunakan kereta wisata parahyangan, mengunjungi destinasi wisata sejarah bandung, dan kembali pulang ke Jakarta pada malam hari.
Perjalanan yang menghubungkan masa lalu dan masa depan ini dikurasi secara istimewa, dimulai dari titik kumpul utama di VIP Lounge di Stasiun Gambir, Jakarta. Setelah itu, peserta diajak menaiki Kereta Panoramic Privat untuk bernostalgia menyusuri jalur legendaris Parahyangan.
Sepanjang perjalanan menuju Kota Kembang, mata penumpang akan dimanjakan oleh panorama alam, ditemani kudapan lezat dari Teras by Plataran, serta sesi guided storytelling yang mengupas sejarah dan budaya Jawa Barat.
Setibanya di Bandung, pesona kota menanti untuk dieksplorasi. Peserta akan terlebih dulu di ajak melakukan perjalanan budaya di Museum Gedung Sate, melihat kembali sejarah bangunan ikonik kota Bandung. Setelahnya, peserta akan bersantap hidangan khas Bandung yang telah dikurasi khusus di Plataran Bandung.
Setelah selesai menyantap makan siang, wisata kota bandung akan dilanjutkan dengan berkunjung ke bangunan ikonik lainnya di kota Kembang yakni Villa Isola, kemudian mengeksplorasi Observatorium Bosscha, menelusuri warisan pendidikan di Institut Teknologi Bandung, sebelum akhirnya kembali ke Stasiun Bandung menggunakan Bandros, dan kembali ke Jakarta menggunakan kereta cepat Whoosh.
Di tengah rutinitas yang super padat, program Nostalgic Parahyangan Escape rasanya bisa jadi pilihan untuk melepas diri dari rutinitas sejenak. Bagi masyarakat yang ingin merasakan langsung romantisme perjalanan ini, Nostalgic Parahyangan Escape hadir secara berkala sebanyak dua kali dalam sebulan, dan dijadwalkan terus berjalan sepanjang tahun 2026 hingga 2027 dengan informasi lengkap bisa didapat di instagram resmi Plataran Bandung. (Rif)
